Search

BEM Unikarta Desak Pemkab Segera Realisasikan Beasiswa Kukar Idaman Tahap Kedua

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Muhammad Ibnu Ridho. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadha)

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Muhammad Ibnu Ridho menyoroti keterlambatan pencairan Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua yang hingga akhir Oktober 2025 belum juga terealisasi.

Ridho menyebut, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak terkait, proses pencairan kini hanya menunggu transfer dana dari pemerintah pusat.

“Saya komunikasi langsung dengan Kabaq Kesra. Nah, untuk Kesra itu sudah dilimpahkan semuanya ke BPKAD, tinggal menunggu penandatanganan. Dan untuk sementara waktu, ini hanya berbicara masalah waktu, kata Kabag Kesra sama BPKAD,” ujar Ridho di Kantor Bupati Kukar, Selasa (28/10/2025).

Dia menjelaskan bahwa awalnya mahasiswa sempat berencana melakukan aksi turun ke lapangan untuk menuntut kejelasan pencairan Beasiswa Kukar Idaman.

Namun, setelah dilakukan koordinasi dan klarifikasi, diketahui bahwa hambatan pencairan bukan di tingkat daerah, melainkan menunggu proses transfer dari pusat.

“Pemkab sudah memastikan untuk pencairan tahap kedua. kemungkinan untuk cairnya itu di November,” jelasnya.

Meski telah mendapat kejelasan, Ibnu tak menampik adanya rasa kecewa di kalangan mahasiswa terhadap molornya jadwal pencairan yang sebelumnya dijanjikan selesai pada akhir Oktober.

“Jadi, kawan-kawan cukup agak kecewa sedikit. Apa kecewanya? Terhadap janji kemarin, kan janji yang kemarin itu kan akhir Oktober. Namun, ini kan udah mau selesai Oktober, belum ada juga tanggapan, baru penjelasan ataupun informasi. Sebelum kita dapat akhir Oktober juga, kita kan enggak pernah tahu mekanisme, kendala apa, atau segala macam. Kan belum ada pemberitahuan,” ungkapnya.

Meski begitu, dia tetap mengapresiasi adanya komunikasi terbuka antara pihak mahasiswa dan instansi pemerintah terkait.

“Kemarin sempat diskusi. Alhamdulillahnya sudah dapat informasi, ternyata ini hanya tinggal transfer pusat aja lagi,” katanya.

Terkait langkah lanjutan BEM Unikarta, ia menyebut pihaknya masih melakukan kajian untuk menentukan sikap resmi. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah melakukan audiensi kembali dengan instansi terkait guna memastikan perkembangan pencairan Beasiswa Kukar Idaman.

Selain Beasiswa Kukar Idaman, Ibnu mengungkapkan bahwa BEM juga akan menyoroti sejumlah persoalan lain yang masih menjadi keluhan di masyarakat, seperti keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan program seragam sekolah gratis yang dinilai memiliki mekanisme terlalu rumit.

“Ini kan sebetulnya salah satu polemik yang krusial, polemik yang agak rumit di Kukar,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah sudah ada keputusan terkait langkah aksi lanjutan, Ibnu menegaskan bahwa pihaknya masih akan menunggu hasil kajian internal. “Belum, masih dalam proses kajian lagi lanjut,” jawabnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlambatan pencairan Beasiswa Kukar Idaman berdampak langsung terhadap para mahasiswa penerima bantuan, terutama yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Beberapa laporan mahasiswa penerima Beasiswa Kukar Idaman, banyak kostnya yang belum terbayarkan, SPP-nya mungkin masih ngutang,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Ibnu menegaskan bahwa BEM Unikarta akan terus mengawal proses pencairan Beasiswa Kukar Idaman hingga benar-benar terealisasi kepada mahasiswa yang berhak.

“Kami sangat berharap bahwasannya ini bisa cepat direalisasikan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA