BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai lambat menyerap anggaran.
Langkah itu dilakukan melalui rapat pimpinan yang dipimpin langsung oleh pemerintah daerah guna mendorong percepatan pelaksanaan program menjelang akhir tahun.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Noviari Noor, mengatakan rapat tersebut digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kinerja serapan keuangan.
“Kami sudah melaksanakan rapat pimpinan untuk mendorong OPD yang serapannya masih rendah agar segera bergerak lebih cepat,” jelasnya kepada awak media baru-baru ini.
Ia menuturkan, dari hasil evaluasi, beberapa OPD tercatat masih berada di zona merah, yakni kategori serapan di bawah 50 persen. Sementara beberapa lainnya berada di zona kuning dan hijau.
“Ada yang masih rendah sekali. Itu yang kami dorong dengan pendampingan dan pengawasan langsung,” tambahnya.
Menurut Noviari, faktor penghambat bukan hanya administrasi, tetapi juga pelaksanaan fisik di lapangan yang terkendala cuaca dan logistik. Namun, pemerintah tetap optimistis dapat meningkatkan serapan dalam sisa waktu yang tersisa.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara bendahara, PPK, dan pelaksana lapangan agar setiap pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Koordinasi intensif disebut sebagai kunci utama mengatasi kendala teknis.
“Kami tidak hanya menegur, tapi juga memberikan solusi agar mereka bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” kata Noviari kepada awak media baru-baru ini..
Dalam rapat tersebut, setiap pimpinan OPD diminta memaparkan penyebab rendahnya serapan dan menyampaikan rencana percepatan. Langkah ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun berikutnya.
Pemerintah juga akan memberikan apresiasi kepada OPD yang berhasil menyelesaikan serapan anggaran tepat waktu dan berkualitas. Selain itu, pengawasan internal akan diperkuat guna mencegah penumpukan pekerjaan di akhir tahun.
“Kami ingin disiplin anggaran dibudayakan di setiap unit kerja. Jangan menunggu akhir tahun baru bergerak,” tegasnya.
Noviari menegaskan, evaluasi ini tidak dimaksudkan untuk menyalahkan, tetapi untuk mendorong perbaikan kinerja. Ia yakin dengan kerja kolektif, realisasi anggaran Kutim masih bisa meningkat signifikan sebelum tahun berakhir.
“Kami optimistis karena semua pihak sudah punya komitmen yang sama untuk meningkatkan serapan,” tutupnya. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














