BERITAALTERNATIF – Mengawali Tahun Anggaran 2026, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pentingnya penguatan koordinasi internal di lingkungan Kementerian Keuangan guna memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berjalan optimal sejak awal tahun. Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian kunjungan kerja dan dialog langsung dengan pimpinan serta pegawai di sejumlah unit eselon I Kementerian Keuangan.
Kunjungan dimulai dengan Direktorat Jenderal Anggaran, di mana Wamenkeu membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga kualitas perencanaan dan pengelolaan anggaran agar tetap efektif, kredibel, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa ketepatan perencanaan sejak awal tahun menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pelaksanaan APBN secara keseluruhan.
Agenda kemudian dilanjutkan ke Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan. Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu mendiskusikan Grand Design Transformasi Kementerian Keuangan, khususnya pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan sistem data sebagai penopang kebijakan fiskal yang adaptif dan berbasis bukti.
Di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Wamenkeu membahas perkembangan outlook realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2025, evaluasi penyaluran Transfer ke Daerah sepanjang tahun lalu, serta penyesuaian skema Transfer ke Daerah tahun 2026. Penyesuaian tersebut diarahkan agar kebijakan transfer semakin responsif terhadap kebutuhan daerah dan mendukung pemerataan pembangunan.
Rangkaian kunjungan berlanjut ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Pada unit ini, Wamenkeu membahas tindak lanjut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, termasuk persiapan peraturan pemerintah terkait penugasan khusus, serta mekanisme penyertaan dan penatausahaan modal negara. Pembahasan tersebut ditujukan untuk memastikan pengelolaan aset dan kekayaan negara dilakukan secara akuntabel dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Kunjungan ditutup di Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Dalam dialog bersama jajaran pegawai, Wamenkeu menekankan pentingnya penyelarasan pelaksanaan anggaran dengan arahan dan program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Selain itu, upaya efisiensi yang telah diterapkan sepanjang tahun 2025 diharapkan dapat terus dijalankan secara konsisten pada tahun 2026 tanpa mengurangi kualitas layanan dan kinerja.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Wamenkeu Suahasil menegaskan komitmen Kementerian Keuangan untuk menjaga soliditas internal dan memperkuat sinergi antarsatuan kerja, sehingga APBN 2026 dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. (*)
Sumber: Kemenkeu.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf












