BERITAALTERNATIF.COM – Asisten II Setkab Kutai Kartanegara (Kukar), Ahyani Fadianur Diani, memberikan penjelasan mengenai kondisi kas daerah Kukar yang disebut-sebut kosong dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan erat dengan situasi anggaran yang sedang kritis dan belum sepenuhnya tersedia untuk pembayaran kegiatan fisik.
Dia juga mengaku belum bisa memastikan persentase serapan anggaran tahun 2025.
“Saya belum bisa memastikan berapa persen proses anggaran itu dilakukan. Tapi kegiatannya itu rata-rata kalau secara fisik sudah mencapai 75 persen. Dan mereka siap untuk menagih ketika nanti proses kegiatannya sudah selesai,” ujarnya kepada awak media di Pendopo Wakil Bupati Kukar pada Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa waktu efektif untuk penyelesaian pekerjaan juga semakin sempit. “Efektif itu hanya tinggal satu bulan. Karena rata-rata kontrak dari pekerjaan fisik itu kan rata-rata sebelum tanggal 25 Desember. Maksimum tanggal 25 Desember, kecuali ada hal-hal tertentu,” jelasnya.
Ahyani menambahkan bahwa persoalan kas daerah yang kosong tidak sepenuhnya disebabkan kekurangan stok, melainkan karena kondisi anggaran yang belum mencukupi untuk membayar seluruh tagihan kegiatan secara bersamaan.
“Nah, hubungannya dengan anggaran keuangannya yang mungkin masih menjadi catatan ya. Karena kita juga masih menunggu informasi dari BPKAD nanti, sejauh mana anggaran itu bisa dilakukan,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa kondisi anggaran bukan benar-benar kosong, tetapi tidak sebanding dengan beban pembayaran yang harus ditanggung.
“Ya, menurut informasi dari BPKAD, bukan kosong secara keseluruhan sih. Enggak. Cuman tidak mencukupi untuk proses pembayaran ketika semua nagih. Jadi, tidak sesuai antara keuangan kita dengan yang ditagih,” katanya.
Saat ini, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih berupaya mendorong proses transfer anggaran dari pusat. “Nanti kita lihat informasi dari BPKAD lagi,” ujarnya.
Ia mengakui kondisi tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dan berharap perkembangan positif dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan nanti ini, minggu-minggu ini tidak begini lagi. Mudah-mudahan nanti kita dapat informasi lebih baik,” harapnya.
Ahyani menyarankan agar penjelasan teknis terkait mekanisme transfer anggaran ditanyakan langsung kepada BPKAD Kukar. “Masalah transfer itu, lebih detail itu Kepala BPKAD,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin












