Search

Aliansi Mahasiswa Layangkan Lima Tuntutan kepada Pengelola Unikarta

Aliansi Mahasiswa Unikarta menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 2 Juni 2025. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Puluhan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kampus Ungu pada Senin (2/6/2025).

Aksi ini melibatkan perwakilan badan eksekutif mahasiswa serta sejumlah unit kegiatan mahasiswa lintas fakultas. Mereka menyuarakan keberatan atas sejumlah keputusan yang diambil oleh pengelola kampus tersebut.

Koordinator aksi Nunuk Purwanto mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan dan proyek pembangunan yang dijalankan oleh pengelola Unikarta.

Sejumlah kebijakan dinilainya tidak berpihak pada kepentingan mahasiswa, bahkan cenderung membebani mahasiswa secara struktural dan finansial.

Kondisi tersebut, kata dia, diperparah oleh sistem tata kelola kampus yang semakin tidak akomodatif terhadap aspirasi mahasiswa.

“Dari keresahan-keresahan itulah kami turun ke lapangan menyuarakan aspirasi kami,” jelasnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pengelola Unikarta.

Pertama, mahasiswa menolak kenaikan UKT yang melonjak lebih dari Rp 1 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini dianggap memberatkan mahasiswa. Kebijakan tersebut juga tidak dilandasi keterbukaan informasi terkait alasan serta penggunaan dana.

Kedua, mahasiswa mendesak pengelola Unikarta mengalokasikan dana yang bersumber dari mahasiswa dengan tepat sasaran, khususnya untuk kebutuhan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran seperti kursi, perangkat kelas, dan fasilitas lain yang hingga kini masih belum memadai.

Ketiga, mahasiswa mengkritik proyek pembangunan greenhouse yang dinilai tidak memiliki urgensi. Selain dianggap mengganggu estetika lingkungan kampus, keberadaannya juga memakan lahan parkir yang sebelumnya digunakan oleh mahasiswa, terutama di lingkungan Fisip dan Febis.

Keempat, massa meminta pengelola Unikarta mengevaluasi kinerja sejumlah dosen yang dianggap tidak profesional dan kurang mendukung proses pembelajaran. Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan yang diterima oleh mahasiswa.

Kelima, mahasiswa menyoroti keberadaan foodcourt yang dibangun melalui program CSR yang didapatkan dari PT MGRM.

Meski berstatus sebagai fasilitas baru, mahasiswa masih mengeluhkan sistem pelayanannya yang rumit, khususnya pembayaran yang memberlakukan biaya tambahan berupa tarif sebesar seribu rupiah dalam setiap nota pembelian makanan maupun minuman.

“Sistem yang diberlakukan tentunya akan mempersulit kami,” terangnya.

Foodcourt ini dibangun untuk siapa? Kalau memang untuk mahasiswa, ya sesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa Unikarta,” sambungnya.

Aksi ini berlangsung terbuka dan damai. Mahasiswa secara bergiliran menyampaikan orasi dan tuntutan mereka di lapangan kampus. Aksi ini disaksikan oleh mahasiswa lain yang melintasi kawasan tersebut. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA