Search

WHO: Bantuan Medis ke Gaza Menunggu 74 Hari untuk Persetujuan Israel

Penyaluran obat-obatan untuk warga Gaza terhambat akibat blokade Israel. (Al Mayadeen)

BERITAALTERNATIF.COM – Bantuan medis yang ditujukan ke Jalur Gaza rata-rata harus menunggu selama 74 hari untuk mendapatkan persetujuan Israel sebelum dapat memasuki wilayah yang diblokade tersebut.

Sejumlah pasokan bahkan mengalami kerusakan sebelum sampai kepada mereka yang membutuhkan, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Reinhilde Van De Weerdt, perwakilan WHO untuk wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan sistem persetujuan Israel masih menjadi salah satu hambatan utama bagi masuknya pasokan medis dan kemanusiaan ke Gaza.

Dia menggambarkan proses tersebut sebagai prosedur yang rumit dan memakan waktu, tanpa jaminan bahwa suatu pengiriman pada akhirnya akan memperoleh persetujuan.

Berdasarkan analisis terbaru WHO, sejumlah besar pasokan medis masih tertahan selama rata-rata 74 hari sambil menunggu keputusan dari otoritas Israel. Jika suatu pengiriman ditolak, proses permohonan persetujuan harus dimulai kembali.

Bahkan persetujuan awal tidak selalu berarti pasokan tersebut akan sampai ke Gaza. Pengiriman masih harus menjalani prosedur dan pemeriksaan tambahan sebelum memasuki Jalur Gaza dan tetap dapat ditolak dalam proses tersebut.

Ia memperingatkan bahwa penundaan berkepanjangan memiliki konsekuensi langsung terhadap pasokan medis.

“Setiap hari tambahan dalam penyimpanan atau perjalanan membuat obat-obatan semakin mendekati masa kedaluwarsa, dan peralatan semakin berisiko mengalami kerusakan sebelum benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkannya,” katanya.

Perwakilan WHO tersebut mengatakan berbagai peralatan medis secara rutin ditolak, termasuk mesin rontgen, peralatan sterilisasi, dan suku cadang untuk pemindai CT, sering kali tanpa penjelasan yang diberikan.

Menurutnya, meskipun tingkat persetujuan untuk obat-obatan mencapai hampir 87 persen, peralatan medis menghadapi hambatan yang jauh lebih besar.

Peralatan laboratorium dan diagnostik termasuk dalam kategori yang paling terdampak, dengan 40 persen dari material tersebut masih menunggu persetujuan.

WHO juga melaporkan bahwa satu pengiriman yang berisi prostesis dan perangkat bantu telah ditolak sebanyak empat kali dalam enam bulan sebelumnya.

Bagi para penyandang amputasi di Gaza, setiap penolakan berarti penundaan tambahan dalam memperoleh prostesis dan perangkat bantu yang dibutuhkan untuk memulihkan mobilitas serta mendukung aktivitas dasar sehari-hari.

Pembatasan tersebut terjadi ketika sistem layanan kesehatan Gaza terus beroperasi di bawah tekanan berat setelah hancur dan terganggunya infrastruktur medis serta terus berlangsungnya kekurangan obat-obatan dan peralatan.

WHO menyerukan agar pasokan kemanusiaan dan kesehatan dapat masuk ke Gaza dalam skala besar secara “tanpa hambatan dan dapat diprediksi”, serta agar digunakan sejumlah titik penyeberangan.

Organisasi tersebut memperingatkan bahwa kekurangan pasokan medis yang berlangsung secara kronis masih menjadi salah satu hambatan utama dalam pemulihan layanan kesehatan di Jalur Gaza.

Penundaan yang terus berlanjut menyebabkan pasokan yang sebenarnya telah dialokasikan untuk Gaza tetap berada di luar wilayah tersebut, sementara rumah sakit dan pasien menunggu kedatangannya.

Situasi ini sangat berdampak pada peralatan khusus, obat-obatan, serta perangkat bantu yang kegunaannya dapat terganggu akibat penyimpanan berkepanjangan atau penundaan berulang kali. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA