Search

Wamenkeu Tekankan Kepemimpinan Berbasis Kepentingan Publik di Hadapan Mahasiswa PKN STAN

Wamenkeu Thomas menyampaikan bahwa memilih jalan sebagai pemimpin berarti siap menghadapi konsekuensi besar. (Kemenkeu.go.id)

BERITAALTERNATIF – Wakil Menteri Keuangan Thomas A.M. Djiwandono menegaskan bahwa kepemimpinan di sektor publik menuntut keberanian mengambil keputusan yang tidak selalu sejalan dengan keinginan publik. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kuliah umum bertema Kepemimpinan Sektor Publik di Politeknik Keuangan Negara STAN, Tangerang Selatan, Kamis (8/1).

Dalam pemaparannya, Wamenkeu Thomas menyampaikan bahwa memilih jalan sebagai pemimpin berarti siap menghadapi konsekuensi besar. Ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan ruang untuk mengejar popularitas, melainkan amanah untuk mengutamakan kepentingan masyarakat luas, meskipun keputusan yang diambil kerap tidak populer.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki keberanian moral untuk menentukan arah kebijakan yang terbaik bagi publik. Setiap keputusan, lanjut Wamenkeu, perlu didasarkan pada analisis yang matang serta keterbukaan dalam mendengarkan berbagai pandangan. Namun demikian, prinsip utama yang tidak boleh dikompromikan adalah menjadikan kepentingan publik sebagai tujuan utama, bukan pencitraan atau penerimaan sesaat.

Kepemimpinan Sebagai Tanggung Jawab Besar

Wamenkeu Thomas juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa PKN STAN sebagai calon aparatur dan pemimpin masa depan. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab besar yang menuntut komitmen, integritas, dan kesediaan untuk bekerja di bawah tekanan.

Ia menjelaskan bahwa para pemimpin sektor publik akan dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika global yang cepat berubah hingga persoalan birokrasi di dalam negeri. Dalam kondisi tersebut, pemimpin dituntut untuk mampu mengambil peran strategis dan memberikan arah yang jelas bagi organisasi maupun bangsa.

“Dengan segala tantangan, baik tantangan global maupun tantangan birokrasi, kita sedang berada pada fase yang sangat menentukan sebagai negara dan bangsa. Apakah kita bisa maju atau justru stagnan. Ketika Anda memimpin, itulah kesempatan Anda untuk memainkan peranan tersebut,” ujar Wamenkeu Thomas.

Ajakan Berkontribusi Untuk Bangsa

Lebih lanjut, Wamenkeu mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengambil peran dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk berkontribusi bagi Indonesia. Ia menekankan bahwa kepemimpinan merupakan sarana pengabdian, bukan sekadar pencapaian pribadi.

Menurutnya, mahasiswa PKN STAN memiliki posisi strategis dalam pembangunan negara karena akan terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan dan kebijakan publik. Oleh karena itu, nilai-nilai kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan bangsa perlu ditanamkan sejak dini.

“Percayalah bahwa ini adalah kesempatan bagi Anda untuk berkontribusi terhadap nusa dan bangsa yang kita cintai,” pungkas Wamenkeu Thomas.

Dengan pesan tersebut, Wamenkeu berharap para mahasiswa dapat mempersiapkan diri menjadi pemimpin sektor publik yang berintegritas, berani, dan konsisten dalam mengutamakan kepentingan masyarakat luas. (*)

Sumber: Kemenkeu.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA