Search

Trump: Amerika akan Hancur tanpa Pemasukan dari Tarif Impor

Pemerintahan Trump menjadikan tarif impor sebagai sumber utama pemasukan negara, sekaligus alat tekanan terhadap mitra dagang asing. (Fars News)

BERITAALTERNATIF.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis di akun Truth Social pada hari Minggu (31/8/2025) bahwa negara itu akan “benar-benar hancur” tanpa “triliunan dolar” pendapatan dari tarif yang masuk ke dalam perekonomian AS.

Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah pengadilan banding federal memutuskan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya dengan menggunakan kekuatan darurat untuk memberlakukan tarif baru pada barang impor.

Putusan itu menjadi pukulan bagi kebijakan perdagangan Trump, yang merupakan salah satu pilar utama agendanya di bidang ekonomi, karena sangat bergantung pada tarif sebagai cara untuk menambah pemasukan dan memberi tekanan pada mitra dagang luar negeri.

Jaksa Agung Pam Bondi mengatakan Departemen Kehakiman akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Sementara itu, pengadilan mengizinkan tarif tetap berlaku hingga pertengahan Oktober.

Trump sejak lama menyebut tarif sebagai sumber penting pendapatan pemerintah. Dalam hitungan bulan setelah kebijakan perdagangannya diberlakukan, miliaran dolar sudah mengalir ke kas federal.

Pendapatan tarif meningkat secara stabil, dari sekitar 17,4 miliar dolar pada April menjadi 23,9 miliar pada Mei, lalu naik ke 28 miliar pada Juni dan mencapai puncak 29,6 miliar pada Juli.

Menurut data terbaru Departemen Keuangan AS mengenai “Bea Cukai dan Pajak Tertentu,” yang dirilis 28 Agustus, total pendapatan tarif telah mencapai 183,1 miliar dolar untuk tahun fiskal berjalan.

Dengan laju saat ini, AS bisa mengumpulkan pendapatan tarif dalam waktu empat hingga lima bulan setara dengan total setahun penuh di tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya mengatakan bahwa pemerintahan Trump dapat menggunakan sebagian pendapatan tarif untuk mengurangi utang nasional.

“Saya pikir pada titik tertentu kita akan bisa melakukannya,” katanya dalam wawancara dengan CNBC pada 19 Agustus, sambil menegaskan bahwa dirinya dan Trump “sangat fokus untuk membayar utang.”

“Saya yakin kita akan menurunkan rasio defisit terhadap PDB, mulai membayar utang, dan pada akhirnya pendapatan itu bisa digunakan sebagai kompensasi bagi rakyat Amerika,” lanjutnya.

Utang nasional saat ini hampir menyentuh 37,2 triliun dolar per 18 Agustus, menurut Departemen Keuangan AS. Angka yang sangat besar ini semakin memanaskan perdebatan lama di Washington tentang pengeluaran pemerintah, pajak, dan upaya menekan defisit yang terus membengkak.

Bessent juga memperkirakan target pendapatan tarif tahun ini akan direvisi naik dari proyeksi awal 300 miliar dolar. Meski tidak memberikan angka pasti, ia menekankan bahwa totalnya akan “jauh lebih tinggi.” (*)

Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA