BERITAALTERNATIF.COM – Plt Asisten I Setkab Kutim Trisno mengungkapkan bahwa pembangunan dapur umum di Kutim menghadapi tantangan cukup besar, terutama di kecamatan terpencil.
Menurutnya, beberapa kendala yang muncul antara lain keterbatasan bahan baku, air bersih, dan akses jalan yang sulit. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama dalam menilai kesanggupan investor.
“Kalau calon investor tidak memahami kondisi lapangan, atau tidak mampu menyusun mitigasi, dapur tidak akan jalan. Itu yang kita khawatirkan,” ucapnya kepada awak media baru-baru ini.
Dalam rapat evaluasi, Satgas menanyakan kesiapan investor menghadapi kendala logistik, seperti bagaimana mereka mendapatkan bahan baku, mengelola persediaan air, dan menyiasati medan yang sulit dilalui kendaraan.
“Hampir seluruh kecamatan berhasil terkaver investor, tapi tetap ada beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus,” katanya.
Beberapa investor sudah menyiapkan strategi alternatif pasokan bahan baku dari lokasi lain atau menggunakan sumber lokal, sehingga proses produksi makanan tidak terhenti.
Selain itu, investor mengatur sistem penyimpanan dan distribusi, termasuk pemeliharaan kualitas makanan agar aman dikonsumsi masyarakat.
“Kemampuan mitigasi ini menjadi salah satu kriteria utama dalam menentukan investor yang layak menangani titik tertentu,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan dapur sangat bergantung pada pemahaman investor terhadap kondisi geografis, sosial, dan ekonomi daerah.
Investor lokal dianggap lebih siap karena mereka memiliki pengetahuan lapangan yang lebih lengkap, mulai dari musim, medan, hingga potensi gangguan sosial.
“Penyesuaian titik dilakukan agar investor bisa menangani titik yang paling dekat dengan domisilinya, sehingga lebih efektif,” jelasnya.
Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mengurangi risiko keterlambatan distribusi makanan ke masyarakat.
“Semua tantangan ini bisa diatasi dengan perencanaan matang, kesiapan material, dan strategi mitigasi yang jelas dari investor,” terangnya.
Dengan strategi ini, program dapur umum di Kutim diharapkan berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran, terutama di daerah-daerah terpencil yang paling membutuhkan. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














