BERITAALTERNATIF.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menjamin pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat terus menunjukkan hasil nyata. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa infrastruktur pendidikan di Kutim telah mengalami transformasi signifikan dibandingkan era awal pembentukan kabupaten.
Dalam sebuah evaluasi pendidikan baru-baru ini, Bupati Ardiansyah merefleksikan perjalanan panjang dunia pendidikan di Kutim. Ia mengenang tantangan berat pada periode 1990-1992, di mana wilayah yang kini menjadi daerah otonom Kutai Timur hanya memiliki dua Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Saya menjadi saksi sejarah bahwa di tahun 1990-1992, SMA di wilayah ini hanya ada dua. Satu berada di Sangatta yang merupakan kontribusi PT KPC—cikal bakal SMA Negeri 1—dan satu lagi berada jauh di pedalaman, yakni di Kecamatan Muara Ancalong, di mana saya sendiri pernah mengabdikan diri sebagai guru di sana,” ungkap Bupati Ardiansyah kepada awak media baru-baru ini.
Namun, kondisi tersebut kini telah berubah total seiring dengan pemekaran wilayah pada tahun 1999 dan komitmen kuat pemerintah daerah. Dari yang semula hanya melingkupi lima kecamatan induk, kini fasilitas pendidikan telah hadir dan tersebar merata di 18 kecamatan di seluruh Kutai Timur.
Bupati menekankan bahwa percepatan pembangunan ini tidak lepas dari konsistensi Pemkab Kutim dalam menjalankan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Sejak tahun 2008, Pemkab Kutim secara disiplin mengalokasikan 20 persen APBD khusus untuk sektor pendidikan.
“Program Wajib Belajar 12 Tahun kita dorong dengan memastikan setiap kecamatan wajib memiliki fasilitas sekolah, baik SMA maupun SMK. Alhamdulillah, target tersebut saat ini sudah berjalan dengan baik,” tegasnya kepada awak media baru-baru ini.
Menutup pernyataannya, Bupati Ardiansyah berharap dengan akses yang kini terbuka lebar, kualitas sumber daya manusia di Kutim akan terus meningkat. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi anak-anak di Kutai Timur yang putus sekolah karena alasan ketiadaan fasilitas pendidikan. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














