Search

Tiga Mesin ADM di Kutim Rusak Akibat Listrik Tak Stabil, Hanya Satu yang Beroperasi

Kepala Disdukcapil Kutai Timur, Jumeah. (BeritaAlternatif/Gaffar)

BERITAALTERNATIF.COM – Program digitalisasi layanan kependudukan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami sedikit kendala teknis. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim, Jumeah, mengungkapkan bahwa dari empat unit Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang dimiliki pemerintah daerah, saat ini hanya satu unit yang beroperasi dengan normal.

Jumeah menjelaskan bahwa keempat mesin ADM tersebut tersebar di lokasi strategis, yakni Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Bengalon. Namun, saat ini hanya unit yang berada di Kecamatan Bengalon yang masih aktif melayani masyarakat. Tiga unit lainnya mengalami kerusakan komponen (non-aktif) yang diduga kuat akibat masalah kelistrikan.

“Realisasinya memang ada empat perangkat. Namun, tiga unit saat ini non-aktif karena rusak. Penyebab utamanya adalah kondisi listrik yang tidak stabil atau naik-turun, sehingga berpengaruh fatal pada perangkat elektronik di dalamnya,” ujar Jumeah pada awak media baru-baru ini saat ditemui di ruang kerjanya .

Menurut Jumeah, kerusakan ini baru terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Sebelumnya, selama kurang lebih dua tahun sejak pengadaan, mesin-mesin tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti. Selain faktor listrik, gangguan jaringan komunikasi dari pusat yang terjadi beberapa waktu lalu juga sempat mempengaruhi performa alat.

Menyikapi hal ini, Disdukcapil Kutim tidak tinggal diam. Pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan pihak penyedia barang untuk perbaikan. “Minggu ini kami sudah memanggil teknisi dari penyedia untuk mengecek dan memperbaiki. Kami berharap layanan ini bisa segera pulih agar masyarakat di Sangatta dan Teluk Pandan bisa kembali mencetak dokumen kependudukan secara mandiri,” tambahnya.

ADM sendiri merupakan salah satu program unggulan Bupati Kutai Timur untuk mempercepat layanan administrasi kependudukan. Dengan alat ini, warga seharusnya bisa mencetak KTP-el, KIA, KK, hingga Akta Kelahiran sendiri layaknya mengambil uang di ATM, tanpa perlu antre di loket petugas. (adv)

Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA