Search

Soroti Temuan Pergeseran Jembatan Kukar, Ahmad Yani Tekankan Pengawasan Ketat dan Perawatan Rutin

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kondisi Jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong menyusul adanya temuan pergeseran konstruksi.

Menurutnya, keselamatan jembatan harus dijaga melalui pengawasan teknis yang melibatkan tenaga ahli dan dilakukan secara berkala.

Yani menyampaikan bahwa saat ini telah ada tim teknis yang melakukan pengawasan jembatan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar serta berkolaborasi dengan para ahli di bidang jembatan.

“Pengawasan memang sangat penting takutnya nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya kepada awak media di Kantor DPRD Kukar pada Senin (19/1/2026).

Dia menekankan bahwa potensi risiko seperti pergeseran, retakan, hingga getaran harus diantisipasi secara serius karena dapat berdampak pada stabilitas jembatan. “Jembatan itu bisa saja turun atau bisa saja bergeser,” katanya.

Oleh karena itu, ia menekankan, diperlukan perawatan teknis yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Perawatan tersebut idealnya dilakukan setiap bulan, meskipun hal itu membutuhkan anggaran yang besar.

“Kalau perlu 6 bulan sekali. Efektifnya memang harus dilakukan setiap bulan, tetapi itu mungkin membutuhkan anggaran yang besar,” katanya.

Sebagai alternatif yang realistis, Yani menyebut pemeriksaan dapat dilakukan minimal tiga bulan sekali, enam bulan sekali, atau setidaknya satu kali dalam setahun.

“Tetapi minimal 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali atau bahkan 1 tahun sekali dilakukan pengecekan dan kepastian layak tidaknya atau adakah pergerakan secara teknis jembatan itu,” sarannya.

Pengawasan tersebut, lanjutnya, tidak hanya difokuskan pada Jembatan Kutai Kartanegara, tetapi juga harus diterapkan pada seluruh jembatan yang ada di wilayah Kukar.

“Kita harap semua jembatan itu lakukan pengecekan secara rutin,” imbuhnya.

DPRD Kukar, kata dia, siap memberikan dukungan anggaran melalui Dinas Pekerjaan Umum Kukar agar pengawasan dapat dilakukan secara maksimal, termasuk dengan merekrut tenaga ahli yang benar-benar kompeten di bidangnya.

“Supaya bisa maksimal dan mau meng-hire beberapa ahli atau tenaga yang memang mengetahui secara teknis; keilmuannya tidak sembarangan,” ujarya.

Terkait penganggaran, ia menjelaskan bahwa jika anggaran belum tersedia, maka dapat dimasukkan dalam perubahan APBD agar pekerjaan bisa segera dilaksanakan. “Kita harap itu mulai dari situ bisa masuk,” sarannya.

Namun hingga kini, DPRD Kukar belum menerima surat resmi dari pemerintah daerah terkait rencana tersebut.

“Kalau ini mau dilakukan, silakan menyurat ke DPRD dan pasti kita akan setujui karena itu adalah kepentingan kita semua, kepentingan orang banyak dan kita pasti akan menyetujui anggarannya,” tegasnya.

Yani menegaskan bahwa langkah cepat sangat diperlukan agar ada kepastian secara teknis terkait kondisi jembatan, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan jika memang ditemukan masalah.

“Oleh karena itu dilakukan sesegera mungkin saat ini supaya ketika ada penilaian misalnya betul apakah terjadi pergeseran atau tidak tentu ada didahului dengan studi yang ada sehingga nanti bisa dilakukan perbaikan,” sarannya.

Dia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini untuk menghindari potensi kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.

“Jangan sampai takut-takutnya bergeser kemudian terjadi kecelakaan. Itu kita tidak inginkan. Potensi kecelakaan itu harus dicegah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA