BERITAALTERNATIF.COM – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur, Muhammad Basuni, mengungkapkan bahwa Sangatta Utara menjadi desa dengan anggaran terbesar di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan Basuni saat menjelaskan skema pembagian alokasi anggaran desa yang bersumber dari berbagai instrumen pembiayaan pemerintah.
Menurut Basuni, besaran anggaran yang diterima setiap desa tidak ditentukan secara sama rata, namun mengikuti sejumlah indikator wajib. “Sangatta Utara itu paling tinggi karena salah satu indikator kuatnya adalah jumlah penduduk. Semakin besar jumlah penduduk, semakin besar pula alokasi anggaran yang diterima,” jelasnya kepada awak media baru-baru ini.
Ia menerangkan bahwa alokasi dana desa (ADD) serta anggaran yang berasal dari APBD Kutai Timur diberikan mengikuti formula nasional dan ketentuan daerah. ADD yang merupakan 10 persen dari total APBD Kabupaten menjadi salah satu komponen terbesar dalam pembiayaan desa. Selain jumlah penduduk, indikator lain seperti luas wilayah, angka kemiskinan, serta capaian kinerja desa juga turut memengaruhi besaran dana yang diterima.
Basuni menegaskan bahwa mekanisme penentuan besarnya anggaran telah diatur secara rinci untuk memastikan prinsip keadilan dalam distribusi dana. Desa dengan jumlah penduduk tinggi memiliki kebutuhan pelayanan publik yang lebih besar sehingga wajar mendapatkan porsi anggaran yang lebih besar dibanding desa dengan jumlah penduduk sedikit.
“Setiap desa punya karakteristik yang berbeda. Sangatta Utara misalnya, warganya jauh lebih banyak, sehingga kebutuhan operasional, pembangunan, dan pelayanan sosial otomatis lebih tinggi. Itu yang membuat skor perhitungan anggarannya lebih besar,” tambah Basuni.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah berupaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa. Dengan adanya skema indikator yang jelas, Basuni berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait perbedaan anggaran antar-desa.
“Prinsipnya, semua sudah memiliki dasar perhitungan. Tidak ada yang ditambah-tambah atau dikurangi semena-mena. Kami ingin pembagian anggaran ini benar-benar mencerminkan kebutuhan lapangan,” tutupnya. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














