Search

PUPR Kutim Minta Perusahaan Kurangi Beban Berat di Jalan

Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia. (Berita Alternatif/Gaffar)

BERITAALTERNATIF.COM – Dinas PUPR Kutai Timur mengingatkan perusahaan yang menggunakan jalan kabupaten agar memperhatikan batas tonase kendaraan. Beban berlebih disebut menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan di daerah.

Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia menegaskan, setiap jalan dibangun dengan perhitungan beban tertentu. Jika dilewati kendaraan dengan tonase di atas batas, struktur jalan akan cepat rusak.

“Jalan itu punya batas kekuatan. Kalau dilanggar, pasti rusak,” ujarnya baru-baru ini kepada awak media.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak bukan sepenuhnya karena kualitas pembangunan, tapi karena beban kendaraan yang berlebihan.

“Kalau dilewati truk besar terus-menerus, ya pasti jenuh, akhirnya pecah,” katanya.

Joni menambahkan, faktor alam juga berpengaruh besar. Kaltim memiliki curah hujan tinggi. Tanahnya berbentuk lempung. Sifatnya menyerap air dan mudah bergerak. Hal ini membuat jalan cepat rusak.

Selain curah hujan, struktur geoteknik tanah Kaltim yang lembek juga menjadi tantangan tersendiri. “Kalau di Jawa tanahnya keras, di sini lempung. Jadi, kalau kena beban berat, gampang patah,” ujarnya.

PUPR Kutim sudah berupaya semaksimal mungkin menjaga kondisi jalan dengan melakukan pemeliharaan rutin dan lapisan ulang.

“Kami rawat terus, tapi kalau beban kendaraan berlebihan, tetap saja cepat rusak,” katanya.

Ia berharap perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutim bisa ikut menjaga infrastruktur dengan mengatur beban kendaraan sesuai ketentuan.

“Kita minta tolong, jangan overload. Itu demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, banyak jalan di daerah tambang dan perkebunan yang rusak karena dilalui truk besar bermuatan melebihi standar.

“Kalau semua patuh, umur jalan bisa jauh lebih panjang,” katanya.

PUPR Kutim juga mendorong agar masyarakat ikut mengawasi aktivitas kendaraan berat yang melintas di jalan kabupaten. Warga diminta melaporkan setiap pelanggaran di jalan raya.

Pihaknya berjanji terus berkoordinasi dengan aparat dan perusahaan agar ada kesepakatan bersama terkait penggunaan jalan umum.

Joni menegaskan, menjaga jalan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. “Kalau semua pihak ikut menjaga, infrastruktur kita bisa lebih awet,” tutupnya. (adv)

Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA