BERITAALTERNATIF – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang. Hal tersebut disampaikan Presiden saat mengunjungi langsung Posko Pengungsian di kawasan Jembatan Aceh Tamiang, Jumat, 12 Desember 2025, dan bertemu dengan warga yang terdampak banjir bandang.
Di hadapan masyarakat, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar warga, mulai dari bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, hingga pemulihan infrastruktur. Presiden menegaskan bahwa negara hadir untuk membantu masyarakat bangkit dari kondisi sulit yang dihadapi akibat bencana.
Presiden juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat layanan atau bantuan yang belum dapat diberikan secara maksimal. Ia menjelaskan bahwa kondisi lapangan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan darurat, terutama terkait pemulihan fasilitas dasar seperti jaringan listrik dan akses logistik. Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja keras dan melakukan berbagai upaya agar seluruh kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak masyarakat Aceh Tamiang untuk tetap tabah, saling menguatkan, dan menjaga semangat selama proses pemulihan berlangsung. Kepala Negara berharap agar kehidupan warga dapat segera kembali normal, termasuk aktivitas ekonomi dan kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak yang sempat terhenti akibat bencana.
Presiden menekankan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada pemulihan sosial agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman. Ia menyampaikan harapan agar anak-anak dapat segera kembali bersekolah dan melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.
Selain meninjau kondisi warga dan menyampaikan dukungan moril, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana di masa mendatang. Ia menegaskan perlunya pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang lebih baik untuk meminimalkan risiko bencana, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor.
Presiden secara khusus meminta pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, termasuk penebangan hutan secara sembarangan. Menurut Presiden, menjaga kelestarian alam merupakan bagian penting dari upaya perlindungan terhadap keselamatan masyarakat.
Kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah pusat akan terus mengawal proses penanganan bencana hingga tahap pemulihan dan rehabilitasi. Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat terdampak dapat segera bangkit, kembali beraktivitas secara normal, serta memiliki lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan ke depan. (*)
Sumber: Setkab.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf












