Search

Peningkatan Blokade terhadap Gaza, Rencana Israel untuk Mengusir Satu Juta Orang

Di tengah klaim yang saling bertentangan mengenai perkembangan perundingan gencatan senjata Gaza, Zionis setelah mengesahkan rencana pendudukan Kota Gaza, memperluas serangan brutal mereka terhadap kota ini. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF.COM – Rezim Israel setelah menyetujui rencana yang diajukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menduduki Kota Gaza—yang ia sebut sebagai “perang tegas” melawan Hamas—masih terus meningkatkan serangan besar-besaran di wilayah utara Jalur Gaza.

Dalam beberapa pekan terakhir, khususnya sejak beberapa hari lalu, tentara pendudukan berusaha keras menekan warga Gaza, terutama di bagian utara, agar pindah ke wilayah tengah dan selatan. Upaya ini jelas membuka jalan bagi invasi besar ke kota tersebut.

Serangan artileri ke kawasan timur dan tenggara, serta pemboman di bagian barat dan barat laut Gaza meningkat tajam. Kawasan al-Sabrah di selatan dan al-Zaytoun di timur menjadi sasaran artileri dan serangan udara siang dan malam tanpa henti. Rumah-rumah hancur, sekolah yang menjadi tempat pengungsian diserang, dan fasilitas sipil lainnya ikut luluh lantak. Setiap hari puluhan warga gugur atau terluka.

Selain itu, kawasan al-Shuja’iyah dan al-Tuffah di timur Gaza terus dibombardir, siapa pun yang berada di jalan menjadi target. Kawasan al-Rimal di pusat kota pun berkali-kali diserang, menghantam apartemen dan tenda pengungsi, menewaskan banyak warga. Sementara itu, kawasan Sheikh Radwan di barat laut yang dihuni ratusan ribu orang juga berkali-kali dibom. Bahkan sekolah-sekolah pengungsian pun jadi sasaran drone.

Di tengah lambannya respons Israel terhadap usulan Qatar dan Mesir tentang kesepakatan gencatan senjata 60 hari—yang sudah disetujui Hamas dan kelompok Palestina lain hampir sepekan lalu—kekhawatiran warga Gaza semakin meningkat. Mereka terus menerima panggilan telepon berisi ancaman dari tentara Israel yang memaksa mereka pergi.

Malam hari menjadi waktu paling menakutkan bagi warga, khususnya di kawasan timur Gaza dan utara seperti Jabalia. Di sana, tentara Israel bahkan menggunakan robot peledak dengan daya ledak sangat besar. Tentara pendudukan mengumumkan bahwa Brigade 401 mereka telah kembali ke medan perang di Jabalia, menghancurkan apa saja yang ada.

Ismail al-Thawabteh, Direktur Kantor Informasi Pemerintah di Gaza, menegaskan dalam wawancara dengan media Al-Arabi al-Jadid bahwa ancaman Israel untuk menyerang Kota Gaza dan mengusir warganya adalah kejahatan perang yang nyata. Ia menyatakan, Zionis sedang menghancurkan apa pun yang tersisa di Gaza yang terblokade, demi menekan warga agar mengungsi.

Ia menambahkan, Kota Gaza yang dihuni lebih dari 1,3 juta orang, termasuk hampir setengah juta anak, kini menghadapi bahaya serius. Sistem kesehatan di wilayah utara dan pusat Gaza sengaja dihancurkan, sehingga banyak rumah sakit tidak bisa berfungsi. Ia menolak tegas setiap upaya evakuasi massal atau pemindahan pasien ke wilayah lain. Menurutnya, rumah sakit Eropa di selatan Gaza tidak bisa menggantikan rumah sakit-rumah sakit di utara, karena untuk memperbaikinya setelah serangan Israel dibutuhkan waktu berbulan-bulan.

Al-Thawabteh menegaskan bahwa langkah-langkah Israel menunjukkan rencana yang sudah disiapkan untuk melakukan kejahatan besar berupa pembantaian massal dan pengusiran paksa warga Gaza. Ia menyerukan kepada PBB dan semua lembaga kemanusiaan agar menunaikan kewajiban moral dan hukum mereka, menghentikan kejahatan Israel, serta melindungi warga sipil. (*)

Sumber: Tasnim News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA