BERITAALTERNATIF.COM – Musyawarah Besar (Mubes) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) berlangsung lancar tanpa keributan. Meski demikian, dinamika sempat terjadi ketika sejumlah fakultas memilih menarik diri dalam proses pemungutan suara.
Salah satu peserta musyawarah menjelaskan bahwa tidak terjadi kericuhan selama forum berlangsung. Namun, beberapa fakultas memilih melakukan walkout dan tidak melanjutkan partisipasi penuh setelah pembahasan kriteria calon memasuki poin nomor 10 dari total 13 poin yang dibahas.
“Pada saat pembahasan poin 10, forum sempat diskors sekitar 10 menit untuk ishoma. Setelah itu, beberapa perwakilan fakultas tidak kembali ke forum,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Selasa (16/12/2025).
Saat dikonfirmasi oleh ketua panitia, informasi yang diterima menyebutkan bahwa ketidakhadiran tersebut disebabkan adanya agenda kuliah kerja nyata, sehingga mereka tidak dapat melanjutkan proses musyawarah. Dari Fakultas Teknik sendiri, tidak ada tanggapan maupun balasan saat dihubungi panitia.
Dalam tahapan seleksi pasangan calon, awalnya terdapat tiga pasangan calon (paslon). Namun, satu paslon dinyatakan gugur karena tidak memenuhi salah satu kriteria utama.
“Paslon nomor dua, Ferry Ramadhan dan M. Risaldi gugur pada poin nomor 6 karena calon presiden tidak memenuhi syarat IPK minimal 3.0,” jelasnya.
Dengan demikian, pemilihan hanya diikuti oleh dua paslon hingga akhir proses. Dari hasil pemungutan suara, pasangan Zulkarnain dan Nunuk Purwanto memperoleh 9 suara, sementara pasangan Ibnu Sayyaf Sabililhaq dan Ibnu Huda memperoleh 1 suara. Selain itu, tercatat 5 suara batal. Beberapa fakultas, termasuk Teknik dan satu suara dari Hukum, tidak menggunakan hak pilihnya.
Dengan hasil tersebut, Zulkarnain dan Nunuk resmi terpilih sebagai pimpinan BEM Unikarta.
Usai ditetapkan sebagai pemenang, Zulkarnain menyampaikan harapannya agar seluruh fakultas dapat kembali bersatu demi kepengurusan ke depan.
“Harapan saya, teman-teman dari seluruh fakultas bisa mempersamai untuk satu prioritas kepengurusan ke depan,” katanya.
Dia mengakui bahwa suasana pascamusyawarah masih cukup panas, dengan adanya pendukung dari paslon yang belum sepenuhnya menerima hasil pemilihan.
“Masih ada faksi-faksi dukungan yang belum menerima kekalahan. Tapi harapannya ke depan tetap ada persatuan,” ujarnya.
Zulkarnain juga menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi dengan seluruh fakultas dalam waktu dekat.
“Beberapa minggu ke depan saya akan mendatangi satu per satu fakultas untuk membuka komunikasi dan membangun kebersamaan,” jelasnya.
Terkait penyusunan kepengurusan, dia menargetkan akan merampungkannya dalam waktu sekitar lima hari ke depan dengan mengedepankan prinsip meritokrasi.
“Saya akan menyusun kepengurusan berdasarkan meritokrasi. Bukan siapa yang mau, tapi siapa yang layak. Mereka yang kompeten akan ditempatkan sesuai kapasitasnya,” tegasnya.
Ia berharap setiap fakultas dapat mendelegasikan kader terbaiknya untuk bersama-sama membangun BEM Unikarta yang lebih solid dan inklusif ke depan. (*)
Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin










