BERITAALTERNATIF.COM – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menegaskan pentingnya optimalisasi lahan eks-transmigrasi sebagai salah satu solusi konkret untuk menekan angka pengangguran di daerah.
Menurutnya, banyak lahan produktif yang belum tergarap secara maksimal dan dapat dihidupkan kembali menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
“Jangan sampai ada lahan yang nganggur, karena orang nganggur itu berat, apalagi kalau lapar,” ujarnya kepada awak media baru-baru ini.
Pernyataan tersebut menggambarkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan di Kutim.
Pemanfaatan lahan yang tepat, kata dia, dapat membuka peluang kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Pemkab Kutim akan terus mendorong kemitraan antara petani dan investor untuk mengelola lahan secara efisien.
“Kita akan carikan pemodal yang mau bekerja sama dengan petani. Pemerintah berperan sebagai fasilitator agar semua pihak mendapat manfaat,” katanya.
Mahyunadi menambahkan, dengan adanya kerja sama tersebut, petani tidak hanya menjadi penggarap tetapi juga pelaku utama dalam rantai produksi yang bernilai tambah.
Di sisi lain, sambungnya, investor akan mendapatkan keuntungan melalui pengelolaan profesional dan keberlanjutan pasokan bahan baku.
Selain aspek ekonomi, program ini juga diharapkan mampu menciptakan efek sosial positif, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan angka kemiskinan di kawasan pedesaan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah harus berpihak pada rakyat kecil dengan membuka akses terhadap sumber daya dan peluang kerja yang merata.
Pemerintah daerah juga berencana memberikan pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat agar mampu mengelola lahan secara produktif.
“Kita ingin masyarakat berdaya, bukan hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mandiri,” tutupnya. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














