BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan langsung, termasuk untuk tingkat Rukun Tetangga (RT) dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program-program tersebut meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
“Program RT 200 dengan alokasi Rp50 juta per RT serta program seragam gratis masih bisa dijalankan. Nanti kita lihat prioritasnya sesuai kemampuan anggaran,” ujar Mahyunadi kepada awak media baru-baru ini.
Menurutnya, besaran program dapat disesuaikan setiap tahun, namun semua program akan tetap berjalan. Bantuan ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi warga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan pendidikan. Selain itu, Mahyunadi menjelaskan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada pengelolaan anggaran yang efektif.
“Kalau kuat anggarannya, ya kita prioritaskan untuk tetap dijalankan. Tapi kalau tidak, semuanya juga harus turun, termasuk belanja pegawai dan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP),” jelasnya kepada awak media baru-baru ini.
Pemerintah juga menekankan prinsip efisiensi anggaran, bukan sekadar pemangkasan. Hal ini dimaksudkan agar dana yang tersedia digunakan secara optimal, fokus pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Efisiensi itu bukan pemangkasan, tapi mengefektifkan anggaran. Yang terlalu banyak, terutama untuk seremoni, akan dikurangi. Fokus pada peningkatan infrastruktur dan pembangunan ekonomi,” tambahnya.
Program bantuan RT dan kebutuhan dasar masyarakat diharapkan dapat berjalan lancar hingga target akhir tahun. Dengan pengelolaan anggaran yang tepat, semua program prioritas bisa dicapai tanpa mengurangi manfaat bagi warga.
Ke depan, pemerintah Kutim berkomitmen menjaga keberlanjutan program sosial ini agar masyarakat tetap menerima perhatian langsung dari pemerintah daerah, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan tambahan di bidang pendidikan dan kesejahteraan. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














