BERITAALTERNATIF – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 hingga akhir November tetap terjaga dan berada pada jalur yang sesuai dengan perencanaan. APBN terus dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan program-program prioritas pemerintah sekaligus berperan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (18/12).
Menkeu menyampaikan bahwa hingga 30 November 2025, realisasi APBN menunjukkan capaian yang solid di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global. Pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara upaya penguatan pendapatan negara dan belanja yang produktif serta berdampak langsung bagi perekonomian.
Pendapatan Negara Tetap Kuat
Pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.351,5 triliun atau 82,1 persen dari outlook laporan semester. Capaian tersebut terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp1.903,9 triliun. Dari jumlah tersebut, penerimaan pajak berkontribusi sebesar Rp1.634,4 triliun, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp269,4 triliun. Selain itu, penerimaan negara bukan pajak juga memberikan kontribusi signifikan dengan realisasi sebesar Rp444,9 triliun.
Menkeu menjelaskan bahwa kinerja pendapatan ini mencerminkan upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga penerimaan negara di tengah tekanan ekonomi global, sekaligus memperkuat fondasi fiskal nasional.
Belanja Negara Dorong Aktivitas Ekonomi
Di sisi belanja, pemerintah tetap menjalankan kebijakan fiskal ekspansif secara terukur untuk mendukung perekonomian. Hingga 30 November 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp2.911,8 triliun atau 82,5 persen dari outlook laporan semester. Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.116,2 triliun, yang terdiri atas belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp1.110,7 triliun serta belanja non-kementerian dan lembaga sebesar Rp1.005,5 triliun.
Sementara itu, penyaluran transfer ke daerah juga berjalan sesuai rencana dengan realisasi Rp795,6 triliun. Penyaluran tersebut berperan penting dalam menjaga kesinambungan layanan publik serta mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
Menkeu menegaskan bahwa belanja negara terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan program prioritas pemerintah berjalan efektif.
Defisit Terkelola dan Fiskal Tetap Prudent
Seiring dengan perkembangan pendapatan dan belanja negara, defisit APBN hingga akhir November 2025 tercatat sebesar Rp560,3 triliun atau setara 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Angka tersebut masih berada dalam batas yang terkelola dan sesuai dengan desain APBN 2025.
Selain itu, defisit keseimbangan primer tercatat sebesar Rp82,2 triliun. Menkeu menilai capaian tersebut mencerminkan pengelolaan fiskal yang tetap prudent, meskipun pemerintah menghadapi berbagai tantangan global dan kebutuhan pembiayaan pembangunan yang besar.
Menkeu menutup dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga kesehatan APBN sebagai instrumen utama dalam mendukung stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Sumber: Kemenkeu.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf












