BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unikarta, Danil, menyampaikan orasi keras menyoroti pengrusakan ruang kelas serta gangguan terhadap jalannya Mubes BEM Unikarta.
Dalam orasinya, Danil menegaskan bahwa Mubes merupakan forum tertinggi mahasiswa yang lahir dari akal sehat dan mekanisme musyawarah, sehingga tidak seharusnya dirusak oleh kepentingan segelintir pihak.
“Apa yang kita bahas hari demi hari itu dilakukan oleh musyawarah utama. Tetapi kenapa yang sudah menjadi kesepakatan kita, yang sudah menjadi musyawarah kita, justru dirusak oleh segelintir orang?” ucapnya saat aksi damai mahasiswa di Lapangan Basket Unikarta pada Senin (15/12/2025).
Dia mempertanyakan alasan pengrusakan dan gangguan yang terjadi, padahal seluruh keputusan dalam Mubes telah disepakati bersama melalui forum mahasiswa.
“Kenapa yang sudah menjadi kesepakatan kita hanya dirusak oleh beberapa oknum?” ujarnya di hadapan mahasiswa.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila Mubes diambil alih atau dibatasi oleh pihak di luar forum mahasiswa, maka ruang aspirasi mahasiswa akan semakin sempit.
“Musyawarah besar harus dilaksanakan kembali di forum-forum mahasiswa. Jangan sampai ketika Mubes ini diambil alih oleh aturan-aturan tertentu, maka ruang gerak dan ruang aspirasi teman-teman justru dibatasi,” katanya.
Danil pun mengkritisi kondisi mahasiswa yang menurutnya belum sepenuhnya merasakan kesejahteraan dan keterwakilan aspirasi.
“Apakah hari ini teman-teman sudah merasa sejahtera? Apakah hari ini aspirasi teman-teman sudah tersampaikan?” serunya, yang dijawab serempak oleh mahasiswa.
Dia menegaskan bahwa pihak rektorat memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti oknum-oknum yang mengganggu jalannya Mubes.
“Kami berharap kepada pihak rektorat untuk menindaklanjuti beberapa oknum yang mengganggu jalannya aktivitas musyawarah besar kita,” ucapnya.
Ia bahkan meminta agar oknum yang berulang kali membuat kericuhan tidak lagi dilibatkan dalam Mubes.
“Kami meminta kepada pihak rektorat, bila perlu oknum-oknum ini tidak diikutkan dalam musyawarah besar. Karena ini bukan sekali, bukan dua kali, tetapi sudah tiga kali,” katanya.
Danil juga menyoroti hilangnya rasa aman dan nyaman selama Mubes berlangsung.
“Hari ini teman-teman juga merasakan bagaimana kenyamanan musyawarah besar terganggu. Ketika gagasan tidak disampaikan, yang muncul justru tindakan fisik,” katanya.
Dia menanyakan langsung kepada mahasiswa mengenai kondisi Mubes selama beberapa hari terakhir.
“Siapa yang merasa selama beberapa hari ini musyawarah besar terganggu?” serunya, yang kembali dijawab serempak oleh peserta aksi.
Sebagai penutup, ia menegaskan kembali tuntutan mahasiswa agar pihak rektorat menjalankan tanggung jawabnya dan memastikan Mubes tetap dilaksanakan sesuai mekanisme mahasiswa.
“Kami meminta kepada pihak rektorat untuk menindaklanjuti persoalan ini dan memastikan Mubes tetap dilaksanakan oleh forum mahasiswa sebagaimana mestinya,” tutupnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin










