BERITAALTERNATIF.COM – Sumber-sumber berita Barat melaporkan peningkatan tajam jumlah korban jiwa di pusat-pusat distribusi bantuan makanan di Gaza, bersamaan dengan dimulainya aktivitas lembaga baru yang berafiliasi dengan Washington.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr, majalah mingguan The Economist yang terbit di London mengungkapkan bahwa jumlah korban jiwa di lokasi distribusi bantuan makanan di Jalur Gaza pada bulan Juni meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan dengan bulan Mei.
Berdasarkan laporan tersebut, lonjakan mengkhawatirkan ini terjadi bersamaan dengan dimulainya operasi Yayasan Kemanusiaan Gaza, sebuah lembaga baru yang didukung oleh Amerika Serikat untuk mengelola distribusi bantuan.
The Economist menambahkan bahwa pada bulan Juni, setidaknya 800 warga Palestina di Gaza kehilangan nyawa saat mencoba mendapatkan akses ke makanan.
Majalah ini juga mengungkapkan bahwa citra satelit dan peta menunjukkan bahwa proses menerima bantuan kemanusiaan di Gaza telah berubah menjadi sesuatu yang mematikan.
Data ini semakin meningkatkan kekhawatiran atas ketidakefisienan mekanisme distribusi bantuan dan potensi memburuknya bencana kemanusiaan di Gaza. (*)
Editor: Ufqil Mubin












