BERITAALTERNATIF.COM – Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman Fadli, menyoroti minimnya realisasi bantuan bedah rumah dari Dinas Sosial (Dinsos) untuk warganya. Padahal, pemerintah desa telah berulang kali mengajukan usulan rumah warga yang layak dibantu melalui program tersebut.
Andi menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir pihaknya selalu melakukan pendataan dan pengusulan rumah tidak layak huni (RTLH) ke Dinas Sosial. Namun hasil realisasi yang diterima sangat kecil dan tidak sebanding dengan jumlah pengajuan yang masuk dari lapangan.
“Kami sudah mengajukan ke Dinas Sosial beberapa kali. Keluarnya sedikit-sedikit, satu rumah, dua rumah, padahal usulan kami banyak,” ungkap Andi Herman Fadli pada awak media baru-baru ini.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat sebagian besar warga yang membutuhkan bantuan peningkatan kualitas rumah terpaksa harus menunggu bertahun-tahun. Di sisi lain, desa tetap menjalankan tanggung jawab melakukan survei dan verifikasi awal sebelum mengajukan ke Dinsos, namun hasilnya tidak sesuai harapan.
“Yang masuk usulan kan banyak, tetapi realisasinya sedikit sekali,” tegas Andi.
Berbeda dengan Dinas Sosial, Andi menyampaikan apresiasinya terhadap Dinas Perkim Kutai Timur yang tahun ini justru memberikan porsi bantuan cukup besar. Total 36 rumah berhasil dibedah melalui program Perkim, jauh lebih tinggi dibanding realisasi dari Dinsos. Perkim juga melakukan survei lanjutan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan.
“Baru dari Perkim ini yang banyak langsung, 36 rumah. Itu sangat membantu masyarakat,” jelasnya pada awak media baru-baru ini.
Ia berharap Dinas Sosial Kutim dapat meningkatkan alokasi bantuan di tahun-tahun mendatang agar lebih sejalan dengan kebutuhan warga, sehingga pemerataan program perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat berjalan lebih maksimal. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














