Search

Kabut Asap masih Terpantau di Sejumlah Wilayah Kukar

Kabut asap di Kecamatan Muara Muntai. (Radio Republik Indonesia)

BERITAALTERNATIF.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga Sabtu (26/9/2026).

Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat di Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, dan Muara Muntai. Kabut asap masih muncul pada pagi hari.

Anggota DPRD Kukar Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Sopan Sopian, mengatakan kondisi udara di tiga wilayah tersebut masih perlu menjadi perhatian bersama.

“Kondisi udara ini, kalau kita lihat, sedang tidak baik-baik saja,” kata Sopian saat diwawancarai awak media ini melalui telepon hari ini.

Dia mengatakan kondisi kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang harus melakukan kegiatan di luar rumah untuk bersekolah.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara sedang dipenuhi kabut asap.

Sopian juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mengambil langkah antisipasi apabila kondisi udara tidak memungkinkan bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.

“Kalau kabut terlalu tebal, bisa diinstruksikan kepada siswa untuk belajar secara daring di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi melalui UPT Dinas Pendidikan juga dapat dilakukan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Sebagai pengganti pembelajaran tatap muka, kata dia, pemberian tugas selama pembelajaran dari rumah diperlukan agar siswa tetap memiliki aktivitas belajar.

Dengan demikian, sambungnya, kondisi kabut asap tidak sampai mengganggu proses pendidikan dalam jangka panjang.

“Jangan sampai mereka merasa libur. Kalau merasa libur dan tidak melakukan apa-apa, itu juga akan mengurangi kualitas pendidikan anak itu sendiri,” katanya.

Ia berharap langkah antisipasi tersebut tidak hanya diterapkan apabila kondisi kabut asap terjadi di satu kecamatan, tetapi juga menjadi perhatian di wilayah Kukar lainnya yang mengalami kondisi serupa.

“Kita ingin meminimalkan dampak dari kabut asap, karena kita takut nanti ada anak-anak yang sakit atau kelelahan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA