BERITAALTERNATIF.COM – Jembatan Besi Oloy Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan untuk mencegah kondisinya semakin parah.
Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Kepala Desa Kayu Batu, pelaku usaha penyeberangan, serta pengusaha yang melakukan aktivitas bongkar muat ikan.
“Solusinya kami mengerjakannya secara swadaya,” katanya saat diwawancarai awak media ini melalui sambungan telepon, Sabtu (26/9/2026).
Ia menyebut perbaikan sementara dilakukan dengan mengganti bagian jembatan yang mengalami kerusakan. Sejumlah papan pada bagian atas jembatan juga akan diganti menggunakan material kayu agar dapat kembali digunakan.
Untuk penanganan awal, kata Sopian, estimasi biaya perbaikan diperkirakan sekitar Rp 5 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mengupah tukang melakukan perbaikan pada bagian bawah jembatan.
Dia mengakui koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak kecamatan, Koramil, dan Polsek. Dalam perbaikan tersebut, masyarakat bersama pihak desa dan pihak lainnya akan bergotong royong menangani kerusakan jembatan.
“Nanti ada tukang yang mengerjakan. Kami juga akan beriuran untuk biaya perbaikannya,” ujar Sopian.
Ia menjelaskan, Jembatan Besi Oloy memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar kurang lebih empat meter. Jembatan tersebut masih menjadi akses yang digunakan masyarakat dan kendaraan untuk melintas.
Sopian mengatakan kerusakan yang cukup parah pada jembatan tersebut terjadi sekitar satu bulan terakhir. Sebelumnya, bagian jembatan hanya mengalami sedikit penurunan, namun kondisinya semakin terlihat setelah terus dilalui kendaraan dan terkena arus air.
“Kemarin itu agak turun sedikit. Sekarang sudah cukup parah turunnya. Karena selalu dilewati mobil, masyarakat, travel, kemudian angkutan,” jelasnya.
Menurutnya, posisi jembatan yang berada di alur pembuangan arus air menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Ketika debit air meningkat, arus akan melewati bagian bawah jembatan sehingga dapat memengaruhi kondisi konstruksinya.
Politikus Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa perbaikan perlu segera dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah. Sebab, apabila kondisi tersebut dibiarkan, jembatan dikhawatirkan tidak dapat digunakan dan berpotensi membahayakan masyarakat.
“Kalau tidak diantisipasi cepat, ya bisa ambruk. Artinya, minimal sekarang kita mengantisipasi supaya tidak semakin parah,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa kondisi jembatan tersebut juga telah dilaporkan oleh pihak kecamatan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar.
Ia mendoorng DPU Kukar dapat menindaklanjuti laporan tersebut sehingga perbaikan jembatan bisa dilakukan secara lebih permanen.
“Pak Camat sudah melaporkan ini ke Dinas PU. Mungkin ada tindak lanjut lagi bagaimana nanti jembatan ini bisa diperbaiki. Kalau ini diswadayakan dulu, setidaknya untuk mengantisipasi supaya kerusakannya tidak semakin parah,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin











