BERITAALTERNATIF.COM – Menteri Luar Negeri Iran Sayyid Abbas Araqchi menegaskan bahwa Iran tidak takut pada perang maupun perundingan baru dengan Amerika Serikat terkait program nuklir, seraya memperingatkan Eropa agar tidak mengaktifkan mekanisme snapback.
Araqchi menjelaskan bahwa Teheran tidak takut untuk memulai putaran baru pembicaraan dengan AS mengenai program nuklirnya. Namun, pada saat yang sama, Iran juga tidak gentar menghadapi kemungkinan perang baru yang bisa dipaksakan oleh Washington atau rezim Zionis.
“Kami tidak takut pada negosiasi sebagaimana kami juga tidak takut pada perang,” katanya dalam sebuah wawancara pada Rabu (3/9/2025).
Pernyataan ini muncul di tengah klaim AS yang menyatakan minat untuk memulai kembali pembicaraan dengan Iran. Meski Teheran tidak sepenuhnya menolak prospek keterlibatan dalam proses diplomatik baru, Iran tetap menegaskan bahwa mereka tidak bisa begitu saja mempercayai Washington, mengingat sejarah panjang pengkhianatan yang dilakukan AS.
Sebelumnya, Teheran dan Washington telah mengadakan lima putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran, hingga akhirnya Israel melancarkan perang terhadap Republik Islam tersebut dengan menyerang sejumlah situs nuklir Iran.
Putaran keenam yang rencananya digelar di Muscat dengan mediasi Oman batal dilaksanakan akibat serangan Israel. Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan kampanye militer besar-besaran dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap wilayah pendudukan.
Namun, bukannya mengecam aksi teror tersebut, Amerika justru ikut menyerang tiga fasilitas nuklir Iran—sebuah tindakan yang oleh Teheran disebut sebagai pengkhianatan terhadap jalur diplomasi.
Dalam bagian lain pernyataannya, Araqchi juga menyinggung upaya bersama untuk menghadapi langkah negara-negara Eropa yang berusaha mengaktifkan kembali mekanisme snapback dalam Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang akan menghidupkan kembali sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran.
Kata dia, terdapat inisiatif bersama antara Iran dengan Rusia dan China mengenai cara menghadapi snapback. Para diplomat Iran di New York terus berhubungan dengan Rusia dan China mengenai masalah ini.
“Kami akan mengambil setiap langkah yang diperlukan agar dunia memahami bahwa langkah Eropa ini ilegal dan tidak memiliki legitimasi,” tutupnya. (*)
Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












