BERITAALTERNATIF.COM – Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, Hermansyah, yang akrab disapa Mansyah, berhasil menembus 10 besar Festival Nyanyian Anak Negeri 2025.
Kepada awak media Berita Alternatif, dia menyampaikan rasa syukur sekaligus antusiasmenya menghadapi babak final yang akan digelar pada 18 November 2025 di Jakarta.
“Alhamdulillah semifinal sudah berjalan, dan hasilnya alhamdulillah saya masuk 10 besar dari 38 besar ke 10 besar. Jadi, 10 besar menentukan posisi 1, 2, 3,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Pemuda asal Kutai Kartanegara ini menjelaskan bahwa perjalanan menuju 10 besar cukup panjang. Sebanyak 38 orang yang mewakili provinsi-provinsi di Indonesia mengikuti kompetisi. Kemudian hanya 10 orang yang mengikuti final. “Sisanya itu pulang mereka,” katanya.
Semifinal berlangsung selama tiga hari, di mana para peserta tidak hanya diuji kemampuan bernyanyi, tetapi juga wawasan kebangsaan.
“Tiga hari itu termasuk pembekalan di Lemhannas, pembekalan materi-materi kebangsaan, karena ini bukan festival nyanyi doang, tapi untuk menjadi duta anak negeri,” jelasnya.
Materi yang diterima meliputi wawasan kebangsaan, nasionalisme, hingga pemahaman tentang dasar negara.
Usai pembekalan, tahap semifinal digelar di RRI Jakarta.
Saat ini, Mansyah dan peserta lainnya tengah melakukan persiapan untuk final. “Kami lagi menghafal lagu, latihan, untuk persiapan final nanti tanggal 18 November,” tuturnya.
Pada babak final, para peserta akan membawakan lima materi lagu, terdiri dari lagu individu dan kolaborasi dengan artis. Selain itu, akan ada penampilan bersama 10 besar melalui lagu khusus berjudul Dance Song Festival Nyanyan Anak Negeri.
“Kami latihan terus untuk persiapannya supaya maksimal,” tambahnya.
Keunikan Festival Nyanyian Anak Negeri, kata dia, terletak pada kombinasi antara kemampuan seni dan intelektual. Pada final nanti, peserta juga akan diuji melalui sesi tanya jawab oleh dewan juri.
“Di final nanti itu diisi oleh juri Festival Nyanyian Anak Negeri. Di final ada Rian D’masiv, Pai Burman, Viky Sianipar, Neno Warisman, dan Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia,” jelasnya.
Para juri akan menguji wawasan peserta tentang kebangsaan, nasionalisme, Pancasila, konstitusi, dan pengetahuan kenegaraan lainnya.
“Jadi, selain kualitasnya bernyanyi, kualitas wawasannya juga diuji di situ,” tegasnya.
Mansyah mengaku terkejut sekaligus bersyukur bisa lolos dari babak 38 besar. Meski peserta lain juga unggul, dia menemukan satu kekuatan yang memberinya kepercayaan diri: keunikan suara.
“Optimisme saya itu terbangun dari keunikan suara. Nah, seperti yang dikomentari juri itu, ‘suaramu unik, kamu juga bisa membuat lagu sendiri,’” katanya.
Atas dasar itu, ia optimis dapat tampil maksimal pada final Festival Nyanyian Anak Negeri yang akan diselenggarakan pada 18 November mendatang.
Ketika ditanya mengenai harapan dari ajang ini, Mansyah menjawab tegas, “Harapannya yang pasti saya menang.”
Namun baginya, kemenangan bukanlah akhir perjalanan. Dia menegaskan keinginannya untuk kembali ke daerah dan memberikan manfaat bagi generasi muda yang berkecimpung di dunia seni di Kalimantan Timur.
“Ke depannya pasti saya akan banyak berbuat di daerah, berkolaborasi, dan juga mengajak teman-teman itu untuk tetap menjaga silaturahmi, kolaborasi, dan tetap produktif, berkarya, mengangkat seni-seni tradisi, dan juga kesenian-kesenian di daerah,” katanya.
Mansyah juga ingin turut mengatasi persoalan klasik di daerah, yaitu minimnya ruang kreativitas dan kurangnya dukungan.
Dia menekankan pentingnya mentoring efektif bagi musisi muda. “Musisi-musisi muda ini perlu dimentoring. Jadi, bukan hanya diberi materi-materi dalam forum-forum seremonial. Itu menurut saya kurang efektif,” jelasnya.
Ke depan, ia berencana membangun jejaring, memberikan bimbingan karya, dan mendorong kepercayaan diri generasi muda seni di Bumi Etam. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin











