BERITAALTERNATIF.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan empat program pendidikan dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat yang disiarkan langsung kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Jumat (2/5/2025).
Nampak Prabowo didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti Menteri Koordinator ( Menko ) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.
Dalam sambutannya sebelum peluncuran PHTC, Prabowo menekankan pentingnya pendidikan. “Pendidikan-lah yang menentukan,” ujar Prabowo.
Lanjut dia, apakah negara ini mau menjadi negara miskin atau negara ini menjadi negara yang baik untuk rakyatnya, pendidikan yang menentukan.
Kemudian, Presiden melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengumumkan peluncuran empat program utama yang menjadi prioritas pemerintah di sektor pendidikan.
Dikutip dari Metrotvnews.com, program-program ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan nasional, khususnya bagi siswa dari keluarga prasejahtera dan tenaga pendidik yang selama ini belum mendapat dukungan maksimal.
Pertama, revitalisasi 10.440 Sekolah. Program revitalisasi sekolah ditujukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di Indonesia. Sebanyak 10.440 satuan pendidikan akan menerima dana renovasi yang berasal dari alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum yang dipindahkan ke Kemendikdasmen.
Total dana yang disiapkan mencapai Rp 17,1 triliun. Langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap siswa belajar di lingkungan yang layak dan mendorong pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah.
Kedua, Digitalisasi Pendidikan melalui Smart Board. Program digitalisasi pendidikan menjadi upaya untuk mempercepat transformasi digital di ruang kelas. Pemerintah akan menyalurkan perangkat papan tulis interaktif (smart board) ke berbagai sekolah, guna meningkatkan mutu pembelajaran dan memperkenalkan teknologi sejak dini kepada siswa. Pendanaan program ini telah disiapkan dan tinggal menunggu pelaksanaan.
Ketiga, Bantuan Kuliah bagi Guru. Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, pemerintah meluncurkan program bantuan pendidikan bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan tinggi. Bantuan ini diberikan agar guru bisa menamatkan studi hingga jenjang D4 atau S1, dengan dukungan dana sebesar Rp 3 juta per semester. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat kapasitas profesional guru, terutama di daerah.
Keempat, Bantuan untuk Guru Honorer. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung kesejahteraan guru honorer. Dalam program ini, guru honorer akan menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu per-bulan. Meskipun jumlahnya belum besar, inisiatif ini dinilai sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kontribusi guru honorer yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan di banyak wilayah Indonesia.
Penulis : Lukman As
Editor : Lukman As











