BERITAALTERNATIF.COM – Forum Guru Swasta Kukar meminta pemerintah daerah turut memperhatikan keadaan para guru swasta saat Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Rapat yang digelar oleh Komisi IV DPRD Kukar itu dihadiri oleh puluhan perwakilan guru swasta di Ruang Rapat Banmus pada Senin (21/7/2025).
Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Guru Swasta Kukar, Bahrul menyuarakan keresahan yang dirasakan para guru swasta terkait minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan mereka.
Ia mengungkapkan bahwa selama dua dekade terakhir, insentif bagi guru swasta nyaris tidak mengalami perubahan yang signifikan.
“Insentif guru swasta itu dari tahun 2003 sampai sekarang masih Rp 877 ribu. Dua puluh tahun tidak ada kenaikan. Padahal beban kerja kami sama dengan guru negeri, bahkan kadang lebih padat,” tegas dia.
Guru SD IT Nurul Ilmi Tenggarong itu menilai, pemerintah cenderung abai terhadap kontribusi guru swasta dalam dunia pendidikan.
Padahal, kurikulum yang digunakan serta tanggung jawab mengajar tidak berbeda antara guru swasta dan negeri.
Pihaknya juga menyoroti kesenjangan fasilitas serta kesejahteraan yang diterima oleh guru negeri, mulai dari gaji pusat, tunjangan sertifikasi, insentif daerah, hingga THR dan gaji ke-13.
“Sementara kami? Tidak tersentuh bantuan pusat secara merata, insentif daerah kecil, dan kadang malah seperti tidak dianggap,” ungkap Bahrul.
Dia pun membandingkan dengan daerah lain di Kaltim, seperti Kota Bontang yang sudah memberikan insentif guru swasta hingga di atas angka Rp 2 juta.
“Kami tidak minta disamakan. Tapi kalau jomplang, ya jangan terlalu jauh. Kalau Bontang bisa, masa Kukar tidak bisa?” katanya.
Bahrul berharap Pemkab Kukar tidak memandang sebelah mata perjuangan para guru swasta dalam mencerdaskan generasi daerah.
“Toh juga kami berjuang untuk daerah. kalaupun nanti kami berhasil mendidik,
itu kan hasilnya juga diterima oleh Kutai Kartanegara juga. Maka tolong jangan abaikan hak-hak kami,” pungkas dia. (adv)
Penulis & Editor: M. As’ari












