BERITAALTERNATIF.COM – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Taufik Ridiannur merencanakan solusi terbaik bagi warga di Desa Batuq Kecamatan Muara Muntai demi menghindari ancaman longsor.
Taufik telah meninjau langsung lokasi longsor yang terjadi di Desa Batuq tersebut.
Dia menyebut kondisi abrasi di wilayah tersebut cukup parah serta berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.
“Kalau kami lihat di lapangan, kemungkinan besar longsornya akan bertambah karena kondisinya sudah tidak memungkinkan. Jadi, memang harus ada solusi cepat,” katanya, Jumat (29/8/2025).
Sebagai langkah sementara, pihaknya bersama pemerintah desa telah sepakat untuk menyiapkan jalan alternatif agar mobilitas warga tidak terganggu.
Pada tahun 2026, DPRD Kukar telah mengusulkan program relokasi rumah penduduk ke kawasan daratan yang lebih aman.
“Kesepakatan dengan Pak Kades tempo hari, solusinya membuat jalan alternatif dulu. Dan di 2026 sudah kita koordinasikan juga dengan dinas terkait untuk pemindahan rumah warga ke lokasi yang lebih aman dari abrasi sungai,” jelasnya.
Selain itu, persoalan longsor terjadi di jalur Oloi yang sempat membuat akses darat terputus.
Namun, ia memastikan bahwa perbaikan di titik tersebut sudah dilakukan sehingga kini jalur kembali aman dilewati.
“Alhamdulillah Oloi sudah dikerjakan. Jadi, sekarang tidak putus lagi,” ujarnya.
Taufik menjelaskan bahwa kondisi geografis Dapil VI berbeda dengan wilayah Kukar lainnya.
Saat banjir besar, genangan di wilayah hulu dapat berlangsung hingga berbulan-bulan, sementara di perkotaan cenderung surut dalam satu hingga dua hari.
Perbedaan kontur jalan di posisi rendah dan tinggi membuat infrastruktur di wilayah tersebut lebih rawan rusak. Hal ini membuat jalan terputus saat banjir.
Pembangunan jalan tersebut, sambungnya, telah dilakukan secara bertahap pada tahun ini. “Harapannya jangan sampai hanya dianggarkan tahun 2025 lalu berhenti di 2026. Pembangunan harus berkelanjutan,” tegasnya. (adv)
Penulis: M. As’ari
Editor: Ufqil Mubin












