Search

Energi Terbarukan di Mata Tiga Paslon Pilkada Kukar

Potret debat kandidat calon bupati dan wakil bupati Kukar yang diselenggarakan KPU Kukar pada Rabu, 9 April 2025. (Istimewa)

BERITAALTERNATIF.COM – Tak bisa dimungkiri, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, tersebar di berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, hingga pertambangan.

Sebagai daerah penghasil sumber daya alam, Kabupaten Kukar menempati posisi teratas dalam produksi dan cadangan energi di Kaltim. Pada tahun 2017, Badan Pusat Statistik mencatat Kukar berhasil memproduksi batu bara sebesar 65,11 juta ton. Hal ini menjadikannya sebagai kontributor utama sektor energi di Kaltim.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa Kukar sebagai penyedia dan penopang kebutuhan energi nasional. Namun, tak dapat diabaikan bahwa seiring waktu berjalan, Kukar berpotensi mengalami defisit sumber daya energi, terutama karena ketergantungan terhadap energi yang tidak terbarukan dijalankan dengan begitu masif.

Ketergantungan yang tinggi terhadap sumber energi tak terbarukan akan menjadikan daerah rentan terhadap krisis energi di masa depan, mengingat sumber daya tersebut memiliki keterbatasan.

Selain itu, penggunaan energi jenis ini cenderung menimbulkan dampak negatif yang berimbas pada kerusakan kelestarian lingkungan di Bumi Etam.

Dua persoalan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah yang tepat agar dapat memastikan keberlanjutan sektor energi tanpa menimbulkan dampak buruk terhadap keberlangsungan lingkungan.

Sebagai pondasi kebijakan di masa depan, pemerintah disarankan untuk menetapkan arah kebijakan yang bersentuhan langsung dengan pengembangan dan pemanfaatan sumber energi alternatif.

Karena itu, program-program strategis di sektor energi perlu dirancang sedini mungkin sebagai dasar dalam proses transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan yang sewaktu-waktu dapat mengalami penurunan produksi atau bahkan habis terkikis seiring waktu.

Dalam debat kandidat calon bupati dan wakil bupati Kukar yang diselenggarakan KPU Kukar baru-baru ini, Aulia-Rendi, AYL-AZA, dan Dendi-Alif menawarkan berbagai strategi, program, serta visi-misi untuk mengikis secara bertahap ketergantungan Kukar terhadap sumber energi berbasis batu bara dan migas menuju sumber daya energi terbarukan yang memiliki manfaat jangka panjang, lebih sehat dan optimal.

Calan bupati Kukar nomor urut 1 Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa Kukar di masa kepemimpinan Edi Damansyah sudah memulai langkah-langkah konkret untuk mengembangkan energi terbarukan seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di Kecamatan Tabang, Muara Enggelam, dan Tanjung, serta pembangunan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Tabang.

Pada periode pemerintahan Edi juga telah terbangun lampu jalan tenaga surya yang sudah terpasang secara masif di berbagai wilayah Kukar.

Dia menyebut Aulia-Rendi berkomitmen untuk meneruskan dan memperluas cakupan sejumlah proyek di periode sebelumnya, yang berkaitan erat dengan pemanfaatan energi alternatif.

Sebagai bagian penting dalam visi dan misi program Kukar Idaman Terbaik, ia optmis bisa menjadikan Kukar sebagai salah satu daerah yang sukses dalam mengembangkan proyek-proyek strategis yang menyentuh sumber daya energi terbarukan. Program ini akan terwujud apabila terdapat kontrol, konsistensi yang dijalankan berdasarkan regulasi serta ditetapkan oleh pemerintah.

“Kenapa demikian? Karena sumber-sumber energi terbarukan itu sangat banyak sekali di tempat kita. Pemerintahan sebelumnya sudah memulai dan kita akan melanjutkan itu,” jelasnya.

Menurutnya, peraturan yang tepat bisa menarik partisipasi maupun simpati pemerintah daerah dan masyarakat Kukar yang kompeten dan berwenang agar terlibat aktif dalam mengembangkan sumber energi baru agar dapat digunakan masyarakat secara reguler dan berkelanjutan.

Namun, pendekatan berbasis regulasi yang dicanangkan Aulia-Rendi mendapat kritik tajam dari AYL-AZA. Dalam debat yang digelar di Tenggarong Seberang tersebut, AYL menganggap paslon 1 yang hanya memusatkan perhatian pada penataan regulasi tidak akan membawa dampak serta pengaruh yang signifikan dalam mengembangkan industri energi terbarukan di Kukar.

Dalam memproduksi dan mengelola sumber daya energi, kata AYL, diperlukan visi maupun langkah konkret yang lebih berani dari pemerintah. Kreativitas serta inovasi juga diperlukan untuk menciptakan industri pengolahan energi yang dampaknya lebih ramah dan aman terhadap lingkungan.

Selain itu, dia akan membangun dan mendukung sejumlah proyek pemerintah berupa perluasan pembangunan unit-unit PLTA dari sumber daya energi terbarukan sebagai alternatif dalam memproduksi listrik untuk masyarakat.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Kukar mengambil risiko untuk bereksperimen dengan mengolah serta menyulap kekayaan alam tak terbarukan di Kukar berupa batu bara dan migas menjadi produk energi yang memiliki efek negatif yang minim terhadap lingkungan.

AYL memiliki konsep untuk mengembangkan hutan yang selama ini belum memberikan dampak positif untuk kepentingan masyarakat Kukar.

Menurutnya, hutan akan diarahkan menjadi sumber energi terbarukan, di antaranya dengan mengembangkan kayu-kayu yang dapat diolah menjadi pelet dan energi terbarukan lainnya.

Selain mendorong energi terbarukan, pihaknya akan mengembangkan pohon-pohon yang dapat menghasilkan bioetanol. Energi tersebut selanjutnya akan dikembangkan kembali menjadi energi lain seperti biometa yang berasal dari gas, yang kemudian akan diubah menjadi metan.

Program ini, kata AYL, bertujuan untuk meredam persebaran emisi karbon yang berbahaya terhadap lingkungan serta menjadi bagian dari transformasi energi terbarukan menjadi energi terbarukan. Hal ini sebagai upaya logis pihaknya untuk mendorong transformasi energi di Kukar.

“Hari ini kita diperhadapkan dengan situasi penggunaan batu bara yang masif yang telah mendegradasi lingkungan kita. Kami bersepakat, kita akan buat batu bara itu menjadi lebih ramah lingkungan,” ucapnya.

Senada dengan kedua paslon lainnya, pasangan nomor urut 3 juga menyoroti pentingnya transisi energi. Calon Bupati Kukar Dendi Suryadi membantah sekaligus mengoreksi sejumlah gagasan yang disampaikan AYL.

Sebelumnya, Dendi mengapresiasi visi dan misi AYL-AZA dalam menyikapi topik tersebut, yang dinilainya komprehensif dalam merancang program strategis guna menyokong keberlangsungan stok energi daerah di masa depan.

Namun dalam pemaparannya, dia menambahkan, rencana calon tersebut dapat berjalan efektif dan terwujud apabila diperkuat oleh pemerintah. Hal ini merupakan strategi jitu mereka dalam menggali dan mengelola potensi energi terbarukan.

Ia berencana menjadikan Kukar sebagai pelopor energi hijau dan energi biru. Selain itu, Dendi berkomitmen untuk menjadikan Kukar sebagi daerah yang sukses dalam transformasi energi berkelanjutan.

Program yang berfokus pada energi hijau dan energi biru cenderung menitikberatkan pada pemanfaatan sumber energi organik yang berimbang, yang tidak hanya terbatas pada darat Kukar, namun juga melibatkan sektor kelautan dan perairan sebagai penyedia energi Kukar.

Dia juga menaruh perhatian besar pada potensi kelautan Kukar: arus laut, gelombang, dan kekayaan perairan lainnya, yang bisa dijadikan sebagai sumber energi potensial.

Meskipun tidak memaparkan secara teknis visinya menjadikan Kukar sebagai daerah pelopor energi ramah lingkungan, Dendi-Alif cukup lugas dalam menekankan pentingnya penggunaan tenaga surya, air, angin, hingga bioenergi untuk dimanfaatkan secara merata.

“Kami menginginkan bahwa Kabupaten Kukar ini dapat menjadi pionir untuk menggalakkan energi hijau dan energi biru di mana dua energi tersebut akan bisa menjadi energi yang ramah lingkungan dan terbarukan,” pungkas Dendi. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA