Search

Disdikbud Kukar Gelar FGD tentang Ketokohan Puteri Karang Melenu

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Purnomo. (Kutai Raya)

BERITAALTERNATIF.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai ketokohan Puteri Karang Melenu di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar, Kamis (11/12/2025).

FGD ini menjadi langkah awal dalam merekam, memperkuat, dan memperjelas narasi mengenai sosok Puteri Karang Melenu sebagai salah satu figur budaya penting di Kukar.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Purnomo, menjelaskan bahwa forum tersebut diselenggarakan untuk mempresentasikan hasil penelitian awal terkait tokoh Puteri Karang Melenu dan membuka ruang diskusi publik bersama para peserta.

“Tujuannya adalah pertama-tama kita merekam formulasi dalam diskusi tentang ketokohan Puteri Karang Melenu. Kita membentangkan hasil dari penelitian yang kemudian disampaikan kepada para audiens,” ujarnya.

Puji menjelaskan bahwa penelitian ini juga menjadi dasar bagi rencana pembuatan sendratari Puteri Karang Melenu, yang sudah mulai dirancang oleh Disdikbud. Meski belum dapat direalisasikan pada 2025, produksinya ditargetkan bisa mulai digarap pada tahun mendatang.

“Kami berharap tahun depan sudah bisa mulai prosesnya. Ceritanya sudah kami siapkan. Tapi ini masih tahap awal, baru rencana. Hari ini yang kita bahas adalah ketokohan Puteri Karang Melenu dalam budaya Kutai Kartanegara,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah awal pengalihinformasian dari kajian penelitian menuju bentuk budaya yang dapat dinikmati masyarakat, terutama melalui karya seni seperti sendratari.

“Ini awal dari penelitian informasi tentang ketokohan Puteri Karang Melenu dan juga budaya-budaya yang ada pada saat itu,” katanya.

Menurutnya, tujuan akhir dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar, mengenai sejarah dan nilai budaya yang terkandung dalam kisah Puteri Karang Melenu.

“Tujuannya untuk edukasi kepada masyarakat Kutai Kartanegara, juga kepada adik-adik sekolah, bahwa begini cerita Puteri Karang Melenu yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Puji juga menegaskan bahwa Puteri Karang Melenu memiliki kedudukan yang sangat penting dan sakral dalam budaya lokal.

Dia mencontohkan sejumlah tradisi dan legenda yang diwariskan turun-temurun. “Setiap Erau selalu ada cerita tentang Puteri Karang Melenu. Misalnya tentang ekor naga yang dilurungkan ke sungai hingga muncullah Puteri Karang Melenu. Itu semua bagian dari warisan budaya kita,” ungkapnya.

Melalui kegiatan FGD ini, ia berharap hasil penelitian yang sedang dirampungkan dapat menjadi dasar kuat untuk diadaptasi ke bentuk seni pertunjukan.

“Tentu saja harapan kami setelah penulisan ini selesai, kami bisa melakukan alih wahana dari cerita tulisan ke sendratari. Tapi ini masih dalam tahap penelitian. Untuk bentuk pertunjukannya seperti apa, mungkin teman-teman dari ISBI lebih ahli dalam menyusun itu,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA