BERITAALTERNATIF.COM – Selain faktor administrasi, kondisi cuaca dan lapangan menjadi tantangan tambahan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 2025.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Noviari Noor, mengungkapkan bahwa beberapa proyek fisik mengalami perlambatan akibat cuaca ekstrem dan akses lokasi yang sulit.
“Cuaca tahun ini cukup berpengaruh. Beberapa wilayah terkendala banjir dan akses jalan yang rusak, sehingga pelaksanaan proyek jadi mundur,” ujarnya pada awak media baru-baru ini.
Ia menjelaskan, meskipun cuaca adalah faktor non-teknis, pemerintah harus mempersiapkan rencana antisipatif agar pekerjaan tetap berjalan.
“Kita tidak bisa melawan alam, tapi bisa mengatur strategi kerja supaya tidak terhenti total,” katanya pada awak media baru-baru ini.
Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan kontraktor dan dinas terkait untuk menyesuaikan jadwal kerja. Target utama adalah menjamin kualitas hasil meski durasi waktu lebih pendek.
Menurut Noviari, kondisi alam yang bervariasi antara wilayah pesisir dan pedalaman membuat setiap program memerlukan pendekatan berbeda. Sebagian pekerjaan fisik harus ditunda sementara, tetapi tetap dipastikan selesai sebelum tahun berakhir.
Ia menyebutkan, Pemkab Kutim sedang meningkatkan penggunaan sistem pengawasan lapangan berbasis digital agar monitoring tetap berjalan meski mobilitas terbatas.
“Dengan pengawasan online, kita bisa pantau progres tanpa harus selalu di lokasi. Itu mempercepat pengambilan keputusan,” jelasnya pada awak media baru-baru ini.
Selain faktor cuaca, beberapa pekerjaan juga terhambat oleh proses pengadaan yang memakan waktu. Namun, pemerintah menegaskan semua proyek tetap berjalan dan tidak akan dibatalkan.
Noviari mengatakan, pengalaman tahun ini akan menjadi evaluasi penting untuk perencanaan 2026 agar setiap kontrak kerja lebih adaptif terhadap cuaca dan logistik.
“Kita akan masukkan aspek iklim dalam perencanaan. Supaya tidak terulang lagi keterlambatan karena musim hujan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi semangat para pekerja lapangan yang tetap melaksanakan pekerjaan di tengah tantangan cuaca ekstrem.
“Mereka luar biasa. Dedikasinya patut kita apresiasi karena tetap berkomitmen menyelesaikan proyek demi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














