Search

China Tegas Tolak Keterlibatan AS dalam Serangan terhadap Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. ANTARA/Desca Lidya Natalia/am.

BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah China menyatakan penolakan keras terhadap kemungkinan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik bersenjata antara Israel dan Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis, 19 Juni 2025. China menekankan pentingnya menjaga prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara di dunia.

Guo Jiakun menyebut situasi di Timur Tengah sangat sensitif dan berada di ambang eskalasi yang tidak terkendali. Oleh karena itu, China menyerukan kepada semua pihak, khususnya negara-negara besar dan berpengaruh, agar mengambil sikap bertanggung jawab untuk mendorong penghentian konflik dan membuka kembali jalur dialog. China memperingatkan bahwa peningkatan konflik tidak akan menghasilkan pemenang, melainkan hanya akan memperparah penderitaan rakyat dan menimbulkan instabilitas regional yang luas.

China telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah negara terkait, termasuk Iran, Israel, Mesir, dan Oman, untuk mencari solusi damai. Presiden Xi Jinping juga telah menyampaikan sikap resmi China dalam menghadapi krisis ini dan menegaskan kesiapan Beijing untuk memainkan peran konstruktif demi memulihkan stabilitas kawasan. Seiring dengan meningkatnya eskalasi konflik, China telah mengevakuasi lebih dari 1.600 warganya dari Iran dan ratusan lainnya dari Israel ke tempat aman, sebagai bagian dari upaya perlindungan warga negara.

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, laporan menyebutkan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump telah menyetujui rencana militer terhadap Iran, namun belum mengeluarkan perintah pelaksanaan. Trump menyatakan bahwa ia masih menimbang kemungkinan keterlibatan langsung, tergantung pada sikap Iran terhadap program nuklirnya. Ia menegaskan tidak menginginkan perang, tetapi menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah militer jika Iran tetap mengembangkan senjata nuklir.

Sementara itu, laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa sasaran utama serangan AS adalah fasilitas pengayaan uranium Fordow, instalasi nuklir bawah tanah Iran yang berada jauh di dalam gunung dan memerlukan senjata dengan daya hancur besar untuk bisa dihancurkan. Lokasi ini menjadi salah satu situs paling terlindungi di Iran, dan dianggap vital dalam program nuklir Teheran.

Iran sendiri mengoperasikan satu reaktor tenaga nuklir komersial, PLTN Bushehr Unit 1, yang telah aktif sejak 2013 dan menyumbang sekitar 1,7 persen dari total pembangkitan listrik nasional menurut data IAEA tahun 2023. Namun, ketegangan meningkat drastis setelah Israel melancarkan serangan udara ke beberapa lokasi strategis di Iran, yang dibalas oleh Teheran dengan rentetan serangan rudal.

Serangan saling balas ini telah menewaskan setidaknya 24 warga Israel dan melukai ratusan lainnya. Di pihak Iran, dilaporkan sebanyak 585 orang tewas dan lebih dari 1.300 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak keras permintaan AS agar Iran menyerah tanpa syarat, dan memperingatkan bahwa intervensi langsung AS dalam konflik akan membawa konsekuensi besar yang tidak dapat diperbaiki.

Dengan situasi yang semakin genting, China mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan kekerasan. Beijing menekankan pentingnya diplomasi dan solusi politik dalam meredakan krisis, serta menyerukan agar semua negara fokus pada upaya perdamaian demi mencegah kekacauan lebih luas di kawasan Timur Tengah. (*)

Sumber : ANTARA
Editor : M.Anshori

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA