BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara tengah memfokuskan perhatian pada upaya penanganan keluarga berisiko di wilayahnya. Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), terdapat sekitar 3.800 keluarga yang masuk dalam kategori keluarga berisiko.
Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi menjelaskan bahwa keluarga berisiko ini ditentukan berdasarkan beberapa indikator penting.
“Indikatornya antara lain tidak memiliki air bersih, jamban, drainase, tidak ber-KB, serta masuk dalam kategori desil satu atau keluarga prasejahtera,” ujarnya kepada awak media baru-baru ini.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar bagi pihak kecamatan untuk melakukan verifikasi di lapangan.
“Kami akan memvalidasi kembali data dari DPPKB dengan melibatkan desa-desa. Hal ini penting agar bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Hasdiah menambahkan, selama ini pemerintah sudah banyak menyalurkan bantuan kepada masyarakat, baik melalui program jamban sehat, perbaikan drainase, maupun bantuan sosial lainnya.
Namun, ia menilai perlu dilakukan pengecekan ulang untuk memastikan apakah keluarga penerima masih memenuhi kriteria berisiko atau sudah mengalami perubahan.
“Bantuan pemerintah sudah cukup banyak, terutama terkait jamban dan drainase. Tapi kami ingin memastikan kondisi terbaru di lapangan, apakah memang masih ada keluarga yang belum terlayani,” katanya.
Hasdiah menilai validasi data merupakan langkah penting dalam meningkatkan efektivitas program penanganan keluarga berisiko di tingkat kecamatan.
“Kalau datanya akurat, maka program yang direncanakan pemerintah daerah juga bisa lebih tepat dan terukur,” ujarnya.
Selain itu, Camat Sangatta Utara menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan instansi teknis agar penanganan keluarga berisiko bisa lebih komprehensif.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi lintas sektor agar semua indikator risiko bisa diatasi,” tuturnya.
Ia berharap, melalui langkah verifikasi data dan koordinasi berkelanjutan, jumlah keluarga berisiko di Sangatta Utara dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Harapan kami tentu tidak ada lagi keluarga yang kesulitan air bersih, jamban, dan drainase. Ini bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














