Search

Bupati Kutim Targetkan 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (Berita Alternatif/Gaffar)

BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan pembukaan 100 ribu hektare lahan pertanian dalam lima tahun ke depan.

Dari total itu, sekitar 20 ribu hektare akan difokuskan untuk pengembangan tanaman padi, baik sawah maupun padi lahan kering.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Kita ingin Kutai Timur menjadi salah satu daerah lumbung pangan baru di Kalimantan Timur. Potensi lahan kita luas dan subur, tinggal kita maksimalkan,” ujarnya kepada awak media baru-baru ini.

Menurut Ardiansyah, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan pihak swasta untuk penerapan teknologi pertanian modern.

“PT KPC juga telah menyiapkan lahan uji coba padi lahan kering. Kalau berhasil, ini bisa menjadi model baru pertanian efisien di Kutim,” katanya.

Dia menambahkan, penerapan teknologi pertanian memungkinkan dua kali panen dalam setahun, bahkan dalam dua tahun bisa mencapai lima kali panen untuk jenis padi tertentu.

“Selama ini padi kering dianggap hanya bisa panen sekali setahun. Tapi dengan teknologi, kita ubah pola itu,” jelasnya.

Pemkab Kutim juga mendorong keterlibatan kelompok pemuda tani sebagai regenerasi petani di Kutim.

Ia berpendapat, sudah ada tiga kelompok pemuda yang siap fokus di bidang pertanian dan pertambakan.

“Ini kabar menggembirakan. Anak muda kita sudah mulai tertarik jadi petani modern. Kita akan dampingi mereka dengan pelatihan dan bantuan alat,” katanya.

Selain padi, Pemkab Kutim akan mengembangkan komoditas hortikultura seperti sayuran, jagung, dan buah-buahan tropis yang mempunyai nilai jual tinggi.

Ardiansyah menegaskan bahwa sektor pertanian bukan hanya soal pangan, tapi juga peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

“Kalau pertanian hidup, desa hidup. Dan kalau desa maju, maka Kutai Timur akan sejahtera,” tegasnya. (adv)

Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA