BERITAALTERNATIF.COM – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengingatkan bahwa kemerdekaan sejati baru tercapai jika seluruh warga dapat mengakses listrik.
“Sudah merdeka 1945, tapi listrik belum ada di banyak desa. Sama saja tidak merdeka,” tegasnya kepada awak media baru-baru ini.
Dia menambahkan, banyak desa terpencil yang masih gelap meskipun gardu induk PLN sudah dibangun di dekatnya. Hal ini menimbulkan ketimpangan pembangunan antara wilayah pusat dan desa terpencil.
“Desa-desa yang jauh dari kota sering tertinggal karena listrik belum masuk. Ini harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Ia menegaskan, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tanpa listrik, sekolah sulit belajar malam hari, UMKM tidak bisa berkembang, dan fasilitas kesehatan juga terbatas,” jelasnya.
Ardiansyah juga menyoroti desa-desa yang berada di jalur jaringan utama PLN tetapi belum tersambung. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kita harus pastikan jaringan listrik tidak hanya lewat, tapi benar-benar sampai ke rumah warga,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam pelaksanaan proyek kelistrikan, termasuk persetujuan pemangkasan pohon dan tanah di jalur jaringan.
“Tanpa dukungan warga, pembangunan listrik bisa terhambat. Semua pihak harus bersinergi,” katanya.
Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kutim juga terus melakukan koordinasi dengan perusahaan swasta yang memiliki kelebihan daya agar dimanfaatkan untuk masyarakat.
“Ini adalah langkah strategis untuk mempercepat pemerataan listrik,” tegasnya.
Ardiansyah meyakini bahwa jika semua pihak bekerja sama, desa-desa terpencil bisa menikmati listrik dalam waktu dekat.
“Listrik bukan sekadar penerangan, tapi simbol kemerdekaan sejati bagi masyarakat Kutim,” pungkasnya. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














