BERITAALTERNATIF.COM – Dalam sambutannya lewat video konferensi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa salah satu ancaman terbesar terhadap keadilan dan stabilitas dalam tatanan internasional saat ini adalah semakin maraknya tindakan sepihak serta penggunaan sanksi secara semena-mena sebagai alat politik.
Menurutnya, kebijakan sepihak bukan hanya merugikan kepentingan nasional negara-negara merdeka, tetapi juga merusak kerja sama global dan menghambat pembangunan berkelanjutan.
Pezeshkian menekankan perlunya reformasi serius dalam struktur tata kelola global. Dia menyerukan agar komposisi dan fungsi Dewan Keamanan PBB ditinjau ulang, serta dilakukan pembaruan dalam sistem keuangan internasional.
Ia menambahkan bahwa kelompok seperti BRICS dan institusi Global South lainnya memikul tanggung jawab khusus untuk memandu transisi menuju tatanan multipolar, demokratis, dan adil, di mana suara negara-negara berkembang benar-benar didengar.
Pezeshkian juga menyinggung ketegangan geopolitik belakangan ini serta dampak perubahan iklim yang kian terasa. Dua isu ini dinilainya sebagai ancaman nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan perdamaian internasional.
Dia mengkritik dominasi segelintir negara kuat dan politisasi alat ekonomi yang justru mengikis kepercayaan antarnegara serta melemahkan tata kelola global yang efektif.
Ia mengajukan beberapa inisiatif bagi BRICS, di antaranya reformasi struktur keuangan internasional, memperkuat multilateralisme yang inklusif melalui penguatan PBB agar suara negara berkembang makin terdengar, menjamin akses yang adil terhadap sumber daya penting melalui kerja sama barang publik global, membentuk mekanisme dukungan bagi anggota yang menghadapi sanksi ilegal, serta mendorong pembangunan berkelanjutan dengan inovasi dan kerja sama di bidang ekonomi hijau serta digital.
Pezeshkian juga menegaskan kembali komitmen Iran untuk aktif berkolaborasi dalam BRICS, dengan keyakinan bahwa langkah nyata melawan unilateralisme tidak hanya bermanfaat bagi negara anggota, tetapi juga bagi seluruh masyarakat internasional.
Dia menutup dengan penekanan pada pentingnya memperkuat multilateralisme serta memegang teguh prinsip pembangunan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik. (*)
Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












