BERITAALTERNATIF.COM – Menurut laporan Kantor Berita Mehr, wakil perwakilan Amerika Serikat di Perserikatan Bangsa-Bangsa Dorothy Shea, dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang diselenggarakan atas permintaan Israel mengenai wilayah pendudukan Palestina, secara tegas menyatakan dukungan terhadap Israel, mengabaikan kejahatan rezim tersebut di Gaza, dan justru menuduh Hamas sebagai penyebab situasi saat ini.
Dalam pernyataannya, Dorothy tidak bisa menyembunyikan emosinya terhadap video yang dirilis oleh Brigade Al-Qassam dan kondisi salah satu tawanan Israel. Namun, alih-alih menyalahkan Israel atas kelaparan dan kehausan yang diderita warga Gaza, ia malah mengklaim AS terus menghentikan perang.
“Presiden Trump, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio terus bekerja tanpa henti untuk mengakhiri perang, membebaskan para sandera, dan mewujudkan perdamaian di Gaza,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Mehr News pada Rabu (6/8/2025).
Dia juga menyampaikan pernyataan yang menunjukkan upaya untuk menyangkal terjadinya genosida oleh Israel di Gaza.
“Kami kembali mendengar tuduhan genosida. Tuduhan ini bermotif politik dan sepenuhnya tidak benar. Ini adalah bagian dari kampanye propaganda yang sengaja dan penuh kebencian, karena Hamas berusaha memperoleh kemenangan simbolik guna menutupi kekalahan totalnya dalam perang. Amerika Serikat sepenuhnya menolak tuduhan ini.”
Ia menambahkan, “Amerika Serikat sepenuhnya mendukung hak Israel untuk membela diri.”
Dalam sidang yang sama, perwakilan Inggris dan Prancis di PBB pun mengambil sikap yang serupa. Alih-alih menyalahkan Israel atas krisis kemanusiaan di Gaza, keduanya justru menyudutkan Hamas.
Duta Besar dan Perwakilan Tetap Inggris untuk PBB, Barbara Woodward mengklaim, “Hamas dan ideologi terorisnya tidak boleh memiliki tempat dalam pemerintahan masa depan Gaza, dan mereka tidak boleh lagi mengancam keamanan Israel.”
Sementara itu, perwakilan Prancis di PBB juga menyerang gerakan perlawanan Hamas dan menyerukan pembebasan segera para tawanan Israel. (*)
Editor: Ufqil Mubin












