Search

Anggota Parlemen Lebanon: Tidak Ada yang Bisa Melucuti Senjata Hizbullah

Anggota parlemen Lebanon dari Hizbullah, Ali Ammar. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Seorang anggota parlemen Lebanon dari Hizbullah Ali Ammar menegaskan bahwa tidak ada pihak mana pun yang bisa mengambil atau melucuti senjata kelompok perlawanan ini.

Ammar menanggapi keputusan pemerintah Lebanon yang ingin membatasi kepemilikan senjata hanya pada militer negara. “Senjata Hizbullah hanya bisa diambil oleh Tuhan, bukan oleh siapa pun,” tegasnya, Jumat (5/9/2025).

Dengan pernyataan itu, dia menunjukkan sikap tegas Hizbullah yang menolak semua upaya untuk melucuti kekuatan bersenjata mereka.

Ammar, yang juga merupakan anggota blok parlemen Kesetiaan pada Perlawanan, menegaskan bahwa senjata Hizbullah memiliki legitimasi hukum.

Menurutnya, dasar keberadaan senjata ini ada pada konstitusi Lebanon dan juga Piagam PBB. Selama pendudukan dan agresi rezim Zionis masih berlangsung, tidak ada alasan untuk mempertanyakan legitimasi tersebut.

Ia menambahkan, senjata perlawanan, terutama dalam menghadapi terus berlanjutnya pendudukan Israel, adalah senjata yang sah dan legal. Mereka yang mencoba meragukan atau mencabut legitimasi ini justru “tidak memiliki legitimasi”, dan sikap mereka bertentangan dengan hukum dasar negara serta prinsip-prinsip internasional.

Dia juga menekankan kontribusi perlawanan bagi Lebanon. Ia menyebutkan bahwa perlawanan telah memberi peluang besar bagi pemerintah, sementara pemerintah sendiri sejauh ini belum mampu menghentikan agresi Israel, membebaskan tanah yang masih diduduki, maupun membebaskan tahanan Lebanon.

Ammar menegaskan bahwa Hizbullah siap untuk berdialog mengenai strategi keamanan nasional Lebanon. Namun, dia memperingatkan bahwa masalah utama justru datang dari sebagian pihak di dalam negeri yang bertindak di bawah tekanan serta dikte kekuatan asing.

Dalam perkembangan lain, saluran berita tersebut melaporkan bahwa militer Lebanon telah ditempatkan di pintu masuk wilayah pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai basis utama Hizbullah. Langkah ini diambil setelah keputusan pemerintah untuk memperketat kontrol terhadap senjata di seluruh negeri. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA