BERITAALTERNATIF.COM – Pengumuman ini muncul ketika genosida Israel terhadap Gaza memasuki tahun kedua, dengan semakin kuatnya tekanan internasional agar pemerintah dunia mengambil tindakan nyata melawan pendudukan.
Perwakilan dari 193 negara anggota PBB, ditambah dua negara peninjau, dijadwalkan akan menyampaikan pidato dalam sidang Majelis Umum. Presiden Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, menegaskan bahwa mendorong solusi dua negara dapat meningkatkan tekanan pada Israel untuk menghentikan serangan serta membuka akses bantuan kemanusiaan.
Dia memperingatkan bahwa menghalangi bantuan dan menyerang warga sipil merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Sejak deklarasi negara Palestina oleh Yasser Arafat di Aljazair pada 1988, sebanyak 149 negara telah secara resmi mengakui Palestina. Pada Juli lalu, konferensi Solusi Dua Negara yang diselenggarakan Arab Saudi dan Prancis di New York kembali menegaskan pentingnya melanjutkan proses pengakuan ini.
Negara-negara Eropa tampil di garis depan dalam gelombang pengakuan kali ini. Prancis, di bawah kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron, mengumumkan akan secara resmi mengakui Palestina pada hari Senin ini, sesuai janji yang sebelumnya disampaikan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Di Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer memperingatkan bahwa jika Israel tidak mengambil langkah serius untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza, maka Inggris akan mengakui Palestina bulan ini. Ia juga menekankan perlunya gencatan senjata segera dan akses penuh bagi bantuan PBB ke Gaza.
Belgia dan Portugal pun berjanji akan memberikan pengakuan resmi kepada Palestina selama sidang di New York. Luksemburg, Malta, dan San Marino ikut bergabung dalam inisiatif ini, dengan Perdana Menteri Luksemburg memastikan bahwa deklarasi resmi akan diumumkan pada sidang Majelis Umum.
Gelombang dukungan untuk pengakuan Palestina tidak hanya datang dari Eropa. Kanada, dipimpin Perdana Menteri Mark Carney, telah memberi tahu Presiden Abbas bahwa mereka akan mengakui Palestina saat sidang berlangsung.
Australia dan Selandia Baru juga mengonfirmasi akan memfinalisasi sikap mereka dalam pertemuan tersebut. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut langkah ini sebagai keharusan untuk mendorong solusi dua negara sekaligus mengakhiri perang di Gaza.
Andorra juga berjanji akan mengumumkan pengakuannya terhadap Palestina bersamaan dengan Prancis dan negara-negara pendukung lainnya.
Gelombang diplomatik ini muncul di tengah serangan militer Israel yang terus berlangsung terhadap Gaza, yang sejak 7 Oktober 2023 mendapat dukungan tanpa syarat dari Amerika Serikat. Data dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 65.000 korban jiwa dan lebih dari 166.000 orang terluka, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Setidaknya 440 orang tewas akibat kelaparan, termasuk 147 anak-anak.
Baerbock menekankan bahwa solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya jalan menuju keamanan bagi kedua belah pihak.
Pengakuan Palestina secara serentak oleh sebelas negara menjelang acara diplomatik terbesar dunia ini merupakan tonggak sejarah dalam konflik Palestina-Israel. Langkah ini diperkirakan akan memberi tekanan politik dan hukum pada Tel Aviv serta sekutunya, sekaligus memperkuat harapan akan terwujudnya keadilan dan berdirinya negara Palestina yang merdeka. (*)
Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












