BERITAALTERNATIF.COM – China dengan keras mengutuk presiden wilayah Taiwan, Lai Ching-te, setelah kunjungannya yang mengejutkan ke Eswatini, sementara Beijing meningkatkan kritik terhadap upaya Taipei mempertahankan kemitraan internasional di tengah tekanan diplomatik yang kian besar.
Lai tiba di Eswatini pada hari Sabtu (2/5/2026) untuk kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya, dalam rangka memperingati 40 tahun naik takhtanya Raja Mswati III.
Eswatini tetap menjadi salah satu dari hanya 12 negara yang masih mempertahankan hubungan diplomatik resmi dengan Taipei, menjadikan kunjungan ini sangat simbolis bagi Taiwan, sementara Beijing terus berupaya mengisolasi pulau tersebut secara internasional.
Setelah tiba, Lai menyatakan bahwa Taiwan memiliki hak untuk berinteraksi dengan komunitas internasional dan berkontribusi secara global. “Republik Tiongkok, Taiwan, adalah negara berdaulat dan Taiwan adalah bagian dari dunia,” kata Lai dalam pernyataan yang dirilis kantornya.
Lai Ching-te “seperti Tikus”
Kantor Urusan Taiwan China bereaksi keras setelah konfirmasi kunjungan tersebut.
Seorang juru bicara menuduh Lai “menyelinap” ke Eswatini dan mengecam pemimpin Taiwan itu. “Perilaku tercela Lai Ching-te, seperti tikus yang berlari di jalan, pasti akan menjadi bahan ejekan komunitas internasional,” ujar juru bicara tersebut.
Beijing berulang kali mendesak negara-negara untuk menghindari hubungan diplomatik dengan Taiwan dan mematuhi prinsip “Satu China”.
Di sisi lain, Dewan Urusan Daratan Taiwan menolak pernyataan China, dengan mengatakan bahwa Lai tidak memerlukan persetujuan Beijing untuk melakukan perjalanan internasional.
“Ucapan kasar seperti dari pasar oleh Kantor Urusan Taiwan itu sangat membosankan,” kata dewan tersebut.
Kunjungan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, bulan lalu menuduh China mengganggu pengaturan penerbangan internasional, setelah beberapa negara Afrika menolak memberikan izin lintas udara untuk kunjungan presiden ke Eswatini. (*)
Sumber: Al Mayadeen












