Search

Ustadz Abdul Somad Ajak Warga Kukar Bangga dengan Sejarah Kutai dan Dekatkan Generasi Muda kepada Ulama

Ustadz Abdul Somad menyampaikan tausiah dalam Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, Minggu (5/7/2026). (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM — Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) untuk bangga terhadap sejarah panjang daerahnya sebagai kerajaan tertua di Nusantara sekaligus memperkuat hubungan generasi muda dengan ulama sebagai fondasi membangun peradaban.

Pesan tersebut disampaikan UAS saat menyampaikan tausiah dalam Tabligh Akbar memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, Minggu (5/7/2026).

Dalam ceramahnya, UAS mengawali dengan mengingatkan bahwa jauh sebelum Nabi Muhammad Saw lahir pada tahun 571 Masehi, wilayah Kutai telah memiliki pemerintahan dan peradaban yang maju.

Ia menjelaskan, ketika sebagian orang masih menganggap Nusantara sebagai wilayah yang belum berperadaban, Kutai justru telah berdiri sebagai sebuah kerajaan lengkap dengan raja, pemerintahan, serta sistem kenegaraan.

“Dua ratus tahun sebelum Nabi Muhammad Saw lahir, orang Kutai sudah memiliki kerajaan. Artinya nenek moyang kita di Nusantara ini bukan hidup tanpa peradaban. Mereka sudah memiliki kerajaan dan sistem pemerintahan,” ujarnya.

Menurut UAS, masyarakat Kukar patut berbangga karena Kerajaan Kutai menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia.

Dia juga mengingatkan bahwa masuknya Islam tidak menghapus identitas kerajaan tersebut, melainkan mengubah sistem kepemimpinan dari raja menjadi sultan hingga akhirnya bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ketika Islam datang, mereka bersyahadat, kerajaannya tetap ada, hanya berubah menjadi kesultanan, lalu menjadi bagian dari Indonesia,” katanya.

Selain menyinggung sejarah, UAS juga memuji kondisi alam dan kekayaan sumber daya yang dimiliki Kukar.

Menurutnya, kawasan Tenggarong memiliki panorama sungai, taman, dan lingkungan yang indah sehingga layak menjadi kebanggaan masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa keindahan sebuah daerah tidak cukup hanya ditopang oleh alam, melainkan juga harus dihiasi dengan nilai-nilai agama dan akhlak yang baik.

“Kutai ini akan tetap menjadi taman yang indah kalau dihiasi dengan nilai-nilai kebaikan,” ucapnya.

Dalam tausiahnya, UAS menekankan bahwa salah satu pilar utama menjaga peradaban adalah keberadaan ulama.

Dia menilai pemimpin yang baik tidak dapat dipisahkan dari peran ulama yang membimbing masyarakat.

“Jangan pernah berharap pemimpin menjadi baik kalau ulamanya tidak baik. Pemimpin yang baik lahir dari bimbingan ulama,” tegasnya.

UAS kemudian mencontohkan sejumlah tokoh besar dalam sejarah Islam, seperti Salahuddin Al-Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih, yang menurutnya berhasil mencatat sejarah karena mendapatkan pendidikan langsung dari para ulama.

Melalui kisah tersebut, dia mengajak para orang tua agar lebih mendekatkan anak-anak kepada lingkungan keagamaan dibanding hanya larut dalam hiburan digital.

“Kalau ingin bangsa ini bangkit, anak-anak kita harus didekatkan kepada ulama. Jangan sampai mereka hanya dekat dengan media sosial, hiburan, atau budaya populer, tetapi jauh dari ilmu agama,” ucapnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah apabila digunakan secara bijak, sehingga media digital mampu menjadi jembatan generasi muda untuk belajar agama dari para ulama.

Di akhir ceramahnya, UAS mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk terus menjaga identitas daerah, memperkuat nilai keislaman, serta membangun generasi muda yang berilmu dan berakhlak sebagai bekal menghadapi masa depan. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA