BERITAALTERNATIF.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pernyataan barunya mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sudah lelah dengan kelanjutan perang di Ukraina, tetapi mungkin tidak memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan dengan Kyiv.
Menurut laporan kelompok internasional Kantor Berita Fars, pada hari Selasa (19/20/2025) Trump berharap Putin bergerak menuju penghentian perang di Ukraina dan bertindak dengan “baik”, tetapi ia mengakui bahwa mungkin Putin tidak memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan.
“Sejujurnya, saya tidak berpikir ada masalah (untuk mencapai kesepakatan). Menurut saya, Putin sudah lelah dengan perang ini. Saya pikir mereka semua sudah lelah, tetapi kita tidak bisa yakin apakah dia benar-benar ingin mengakhiri perang,” kata Trump dalam wawancara dengan program Fox and Friends di saluran Fox News.
Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Trump menjadi tuan rumah bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para pemimpin Eropa di Gedung Putih untuk berkonsultasi mengenai penghentian perang Ukraina. Pertemuan ini diadakan setelah Trump dengan Putin bertemu di Alaska pada hari Jumat lalu.
Mengenai kemungkinan tercapainya perdamaian di Ukraina, Trump berkata, sikap Putin akan diketahui dalam dua pekan ke depan.
“Ada kemungkinan bahwa dia sama sekali tidak menginginkan adanya kesepakatan,” ucapnya.
Dia berharap Putin memiliki sikap positif terkait tawaran perdamaian dan gencatan senjata dengan Ukraina. Jika tidak, dunia akan menghadapi situasi sulit.
“Saya juga berharap Presiden Zelensky melakukan apa yang perlu. Dia juga harus menunjukkan sedikit keluwesan,” ucapnya.
Trump selama ini menghadapi kritik keras dari Demokrat dan para pengkritik lainnya, baik di dalam negeri maupun di Eropa, yang memperingatkan bahwa tidak seharusnya ada kepercayaan kepada Putin.
Gregory Meeks, perwakilan Demokrat sekaligus Ketua Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS, dalam sebuah pernyataan mengatakan, Trump harus melepaskan ilusi bahwa Putin dengan itikad baik berniat mengakhiri perang ini.
Dia meminta Trump mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perang, bukan hanya berdasarkan keinginan Putin.
“Tetapi dengan cara yang membawa perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Ukraina,” tegasnya.
Mengenai jaminan keamanan untuk Ukraina, yang diminta Kyiv dan sekutunya sebagai bagian dari setiap kesepakatan damai, Trump mengatakan bahwa sementara Eropa bersedia menempatkan pasukan, AS tidak akan melakukannya, meskipun dapat memberikan dukungan dengan cara lain.
Dia menegaskan bahwa Ukraina akan mendapatkan semacam jaminan keamanan. Tetapi jaminan tersebut tidak bisa melalui NATO.
Ia menyebut Eropa bersedia menempatkan pasukan mereka di darat. “Kami juga siap membantu di bidang lain. Kemungkinan besar melalui dukungan udara,” sebutnya.
Ketika ditanya jaminan yang diberikan bahwa pasukan Amerika tidak akan hadir di perbatasan Ukraina, Trump mengaku akan memberikan jaminan tersebut. “Anda punya jaminan saya. Anda tahu bahwa saya adalah presiden,” tegasnya.
Dia juga mengatakan bahwa hubungan antara Rusia dan Eropa telah retak selama bertahun-tahun, dan hal itu menjadi salah satu alasan perang Ukraina berlangsung lama.
Dalam wawancara dengan Fox News, ia menambahkan bahwa ia percaya hubungan antara Putin dan Zelensky “sedikit lebih baik”. Jika tidak, tentu tidak akan ada upaya untuk mengadakan pertemuan langsung antara keduanya.
Trump mengatakan bahwa setelah pembicaraannya dengan para pemimpin Eropa, dia telah menghubungi Putin untuk mempersiapkan pertemuan bilateral antara dirinya dan Zelensky, yang kemudian dapat dilanjutkan dengan pertemuan tiga pihak yang juga dihadiri dirinya.
Ia menjelaskan bahwa untuk melakukan panggilan telepon dengan Putin, ia pergi ke ruangan lain “sebagai bentuk penghormatan” kepada Presiden Rusia.
Trump menambahkan bahwa meskipun panggilan telepon dengan Putin dilakukan pada pukul satu dini hari waktu Moskow, Putin menerimanya “dengan senang hati”.
Trump menutup dengan mengatakan bahwa apabila panggilan telepon dilakukan di depan para pemimpin Eropa, maka hal itu akan dianggap tidak sopan terhadap Putin.
“Saya tidak akan melakukannya, sebab hubungan mereka tidak terlalu hangat. Faktanya, Presiden Putin tidak berminat berbicara dengan para pemimpin Eropa,” tutupnya. (*)
Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaff
Editor: Ufqil Mubin












