Search

Serangan Brutal Israel di Gaza Tewaskan Puluhan Warga Palestina Menjelang Idul Adha 2025

Foto: Kepulan asap membumbung kelangit akibat serangan yang terjadi di wilayah Gaza. (Watan)

BERITAALTERNATIF.COM – Ketegangan di Jalur Gaza kembali memuncak setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan udara brutal yang menewaskan puluhan warga Palestina, hanya sehari menjelang perayaan Idul Adha 2025. Serangan yang dilakukan secara intensif sejak Kamis (5/6) pagi itu menghantam beberapa wilayah di Gaza, menambah deretan panjang penderitaan warga sipil di tengah blokade ketat yang masih berlangsung.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan ini telah meningkat menjadi 41 orang. Korban jiwa mencakup anak-anak, wanita, hingga jurnalis yang tengah menjalankan tugas di wilayah konflik tersebut. Serangan udara yang masif ini dilancarkan oleh Israel selama empat hari berturut-turut, memperparah situasi kemanusiaan yang sudah sangat memprihatinkan di Gaza.

Warga Gaza menghadapi momen Idul Adha tahun ini dalam suasana duka yang mendalam. Di tengah gemuruh bom dan reruntuhan bangunan, keluarga-keluarga Palestina terpaksa menguburkan sanak saudara mereka yang menjadi korban. Tidak hanya kehilangan anggota keluarga, masyarakat Gaza juga dihadapkan pada kondisi kelaparan akut akibat blokade yang membuat pasokan makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya sangat terbatas.

Lebih tragis lagi, perayaan Idul Adha yang biasanya identik dengan semangat berkurban dan berbagi kebahagiaan, kali ini diwarnai oleh darah dan air mata. Tidak ada prosesi penyembelihan hewan kurban di Gaza, lantaran akses logistik yang sepenuhnya terblokir serta ketidakmampuan warga memenuhi kebutuhan dasar. Gaza benar-benar terkurung, sementara penderitaan penduduk sipil terus bertambah seiring berlanjutnya agresi militer Israel.

Penyerangan yang dilakukan oleh IDF di malam menjelang Idul Adha memicu kecaman luas dari berbagai komunitas internasional. Banyak pihak menilai serangan ini sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Blokade yang berlangsung selama bertahun-tahun, ditambah serangan militer yang terus berulang, menjadikan Gaza sebagai salah satu kawasan dengan tingkat penderitaan kemanusiaan paling parah di dunia.

Masyarakat internasional mendesak gencatan senjata segera dan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda deeskalasi, sementara warga Gaza terus bergulat dengan rasa kehilangan, ketidakpastian, dan ancaman kekerasan yang terus menghantui kehidupan mereka sehari-hari. (*)

Sumber : Watan
Editor : M.Anshori

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA