Search

Sekolah Rakyat Buka Harapan Baru Keluarga Miskin di Lereng Gunung Gamalama

Subuh Kapita bersama cucunya, Rafli Guntur, di depan rumah mereka di Kampung Sulamadaha, Ternate, yang telah direnovasi melalui program Kementerian Sosial, sekaligus menjadi saksi harapan baru Guntur setelah diterima di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 26 Ternate. (Kemensos.go.id)

BERITAALTERNATIF –  Kehidupan sederhana di kaki Gunung Gamalama kini perlahan berubah bagi Subuh Kapita, seorang nenek berusia 78 tahun yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan bersama anak perempuan dan cucunya, Rafli Guntur. Berbagai program bantuan sosial dari Kementerian Sosial, termasuk Sekolah Rakyat, telah menghadirkan harapan baru bagi keluarga kecil tersebut.

Setiap hari, Subuh menjalani rutinitasnya di sebuah rumah sederhana di Kampung Sulamadaha, Ternate. Dapur berdinding anyaman bambu dan lantai tanah menjadi saksi perjuangannya membesarkan sang cucu sejak ayah Guntur meninggal dunia. Sementara itu, ibu Guntur mengalami gangguan psikologis sehingga tidak lagi mampu bekerja dan bergantung sepenuhnya pada Subuh.

Dengan usia yang tak lagi muda, Subuh tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Ia mencari kayu bakar, berkebun, dan melakukan pekerjaan seadanya demi memastikan Guntur tetap bisa makan dan bersekolah. Kondisi rumah mereka sebelumnya sangat memprihatinkan. Dinding papan yang lapuk dan atap bocor membuat air hujan kerap masuk ke dalam rumah. Saat hujan turun, Subuh hanya bisa memindahkan tikar agar cucunya tidak kedinginan. Untuk mandi dan mencuci, keluarga ini hanya mengandalkan kubangan kecil berdinding terpal tanpa penutup.

Meski hidup dalam keterbatasan, Subuh jarang mengeluh. Harapannya sederhana, agar cucunya kelak dapat hidup lebih baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Harapan itu mulai terwujud ketika keluarga Subuh menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial dan program Rumah Tidak Layak Huni dari Kementerian Sosial. Setelah dilakukan survei oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico pada Mei 2025, renovasi rumah pun dilaksanakan.

Kini, rumah tersebut telah berdiri lebih layak dengan dinding tembok dan atap baru. Subuh mengaku jauh lebih tenang karena tidak lagi khawatir saat hujan dan badai datang. Kebahagiaannya bertambah ketika Guntur diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 26 Ternate, sebuah program prioritas nasional yang memberikan pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

Menurut Subuh, keberadaan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan besar bagi cucunya untuk belajar dengan baik tanpa dibebani biaya pendidikan. Ia berharap Guntur dapat tumbuh menjadi anak yang mandiri dan berprestasi. Sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, Guntur juga menunjukkan perubahan positif, mulai dari lebih disiplin hingga mampu mengurus keperluan pribadi secara mandiri.

Di tengah kebun kelapa dan pala yang mengelilingi rumahnya, Subuh menatap cucunya dengan penuh rasa syukur. Baginya, bantuan pemerintah bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan Guntur yang lebih baik. (*)

Sumber: Kemensos.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA