Search

Satu Juta Perempuan dan Anak Perempuan di Gaza Menderita Kelaparan

Potret seorang anak perempuan di Gaza yang mengalami kelaparan akibat blokade yang dilakukan Zionis Israel. (Mehr News Agency)

BERITAALTERNATIF.COM – Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa melaporkan bahwa satu juta perempuan dan anak perempuan kini mengalami kelaparan di Gaza, seiring dengan memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Dalam sebuah unggahan di X, PBB menyatakan bahwa satu juta perempuan dan anak perempuan kelaparan di Gaza.

“Situasi mengerikan ini tidak dapat diterima dan harus segera diakhiri,” tegas PBB sebagaimana dilansir dari Mehr News Agency pada Senin (4/8/2025).

PBB terus menyerukan pengiriman bantuan penyelamatan jiwa kepada semua perempuan dan anak perempuan, gencatan senjata segera, serta pembebasan semua tawanan, menurut laporan Press TV.

Israel mengumumkan penghentian sebagian serangan udara pada Minggu lalu untuk memungkinkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza, setelah mendapat kecaman internasional terkait kelaparan meluas dan kematian akibat malnutrisi yang dikaitkan dengan pembatasan bantuan.

Namun, organisasi kemanusiaan melaporkan bahwa bantuan yang masuk ke wilayah pesisir itu masih sangat tidak mencukupi. Mereka memperingatkan bahwa tanpa pasokan makanan yang jauh lebih besar, kematian akibat kelaparan akan terus meningkat.

Badan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), lembaga pemantau kelaparan global, mengonfirmasi bahwa ambang batas kelaparan telah terlampaui di beberapa bagian Gaza, terutama Kota Gaza. IPC menggambarkan situasi ini sebagai “skenario terburuk” yang tengah terjadi di wilayah terkepung tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa dari 74 kematian terkait malnutrisi yang tercatat di Gaza tahun ini, 63 di antaranya terjadi hanya pada bulan Juli, termasuk 38 orang dewasa dan 24 anak di bawah usia lima tahun.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada Minggu bahwa total kematian akibat kelaparan kini mencapai 175 jiwa, termasuk 93 anak.

Kelompok hak asasi manusia meningkatkan tekanan terhadap Israel untuk menghentikan penggunaan kelaparan sebagai senjata perang.

Meski Israel mengklaim tidak ada kelaparan di Gaza, data dari Cogat—badan Israel yang mengawasi perbatasan Gaza—mengungkapkan bahwa antara Maret dan Juni, hanya 56.000 ton makanan yang diizinkan masuk ke Gaza, jumlah yang kurang dari seperempat kebutuhan minimum wilayah tersebut untuk periode itu. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA