Oleh: H. Dr. Prana Dwija Iswara*
Operasi Badai Aqsa dilakukan
tanggal tujuh Oktober dua puluh tiga
saat musuh memperingati kemenangan
pembantaian Perang Yonkipur
atas warga tak bersenjata untuk kesekian kalinya
Bertahun lamanya kelinci Zionis
mengklaim sebagai negara
terhindar dari serangan kepungan
serigala negara-negara Arab yang agresif:
Suriah, Yordania, Mesir, Libanon, Saudi, Yaman.
lalu Zionis mengklaim sebagai negara teraman, tersejahtera,
terdamai di kawasan
Sambil setiap hari meneror warga,
perempuan, anak-anak, orang tua
dengan laras senjata
hingga bertahun lamanya
Palestina berjanji memberikan serangan balasan
saat kawanan serigala Zionis lalai
dalam mabuk pesta pora
Serangan badai Aqsa
merupakan keberhasilan dari perang intelejen
merusak mimpi damai penjajah
karena setiap hari tentara bersenjata dajal
melakukan represi dan teror
terhadap warga, wanita, anak-anak, dan orang tua
Bisakah warga Indonesia
tenang ibadahnya, salatnya, puasanya
sementara ia mendengar
desingan peluru Zionis
di pemukiman warga Palestina
Bisakah warga kita tenang salatnya
mendengar jeritan wanita Palestina
yang diinjak kehormatannya,
diseret, dan dirampas haknya
Bisakah warga Indonesia tenang puasanya
sementara ia mendengar letusan bom
menyerang sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, dan rumah-rumah warga
Bisakah warga Indonesia tenang hidupnya
sementara ia mendengar genosida di Palestina
oleh penjajah Zionis yang durjana
Bisakah warga Indonesia tenang makannya
sementara saudaranya di Gaza kelaparan
dan diboikot dari segala kegiatan perdagangan,
pengobatan, pekerjaan, air minum, sandang, dan pangan
Bisakah warga kita tenang dalam berobat
sementara saudaranya di Gaza
tak mendapat pasokan obat dan fasilitas medis lainnya
Palestina biasanya tidak peduli
apakah Indonesia atau dunia
mau membantu mereka melawan Zionis
tetapi jika Palestina bicara dengan Indonesia atau dunia,
itu berarti Palestina sayang kepada Indonesia atau dunia.
Tak mungkin kita lambat merespon
atau keliru mengidentifikasi
ketka saudaranya kesulitan
dan membutuhkan pertolongan
Sesuai permintaan petinggi Hamas, Ismail Haniyeh,
Indonesia siap memobilisasi dukungan terhadap Palestina
Indonesia juga siap menekan Israel
untuk menghentikan pelanggaran genosida terhadap Palestina.
Imam Mahdi akan muncul
dalam perang Armageddon
dan dijanjikan kemenangannya
oleh Allah swt
saat meteor berjatuhan dari langit
dan tentara tidur di atas pelana kuda,
pedang mereka mampu menghancurkan gunung
ketika dipukulkan
dan kebenaran warganya kuat
meski dibenturkan dengan batu
Akibat dukungan barat terhadap genosida Zionis,
warga protes terhadap pemerintahannya
mahasiswa menuntut perguruan tinggi berlepas dari zionis
warga turun ke jalan menuntut berhentinya genosida
Akibat dukungan AS terhadap genosida Zionis,
pangkalan AS terancam di seluruh dunia
di Irak pangkalan AS hancur
di Suriah pelayaran AS diblokade
di Afganistan pangkalan AS libur
Salam bagi Yaman yang pemberani,
menyerang kepentingan Zionis
di seluruh dunia
tanpa henti
sampai Zionis menghentikan kejahatan Genosida
di Gaza dan Palestina
PERSEKUSI TERHADAP SINGA
Persekusi terhadap singa
mungkin paling banyak terjadi
karena banyaknya minoritas singa
yang berbaur dengan mayoritas muslim
Orang bahkan berani bersaksi
mengeroyok dan mempersekusi singa
saat salat di masjid
tanpa sedekap
qunut di rakaat kedua
sujud di atas tanah
tanpa unjuk jari
dan bertakbir setelah salam
Segerombolan hiena
mengeroyok singa
yang kebingungan
apa yang harus dilakukan
perlawanan bisa menyelamatkannya
perlawanan bisa melukai para hiena
kebanyakan singa memilih pasrah
enggan konyol atau syahadah
Hiena itu menjambak rambut singa
mengumpatnya dengan kata kotor
membentak dengan kata keras
mengepung dan melarang pulang
yang lembut memaksa ulang syahadat
lalu mencatat nama alamat singa itu
mungkin untuk persekusi di masa datang
saat haus khamr agama memuncak
mengisolasinya dan memboikotnya
meski di youtube bertebaran info syariat singa
meski perlawanan kepada Israel dipimpin singa
meski penjagaan Alquds di tangan pemuka singa
dan mereka cuma mimpi menjadi penjaga agama
enggan berjuang bersama singa
bahkan lebih memilih langkah AS dan Israel
yang jelas-jelas merendahkan,
menghina, dan menginjak-injak Palestina
percaya kebohongan mereka
dan senang diadu domba
Mungkin tidak banyak orang mengetahui
bahwa menjambak rambut singa
menuduhnya dengan perbuatan yang belum tentu dilakukannya
mempersekusi dengan kekerasan verbal dan fisik
tidak akan mengubah agamanya menjadi yang lain
dan tidak akan mengubah mazhabnya menjadi yang lain.
Di Makkah dua mazhab Sunni dan Syiah salat bersama
tak mempermasalahkan perbedaan akidah dan syariah
Tak ada yang merasa lebih bersyariah
merasa lebih menjaga nubuwah
menduga pemukanya hampir mencapai derajat maksumah
dan erat memegang kunci nurjanah
*) Penulis adalah Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia












