Search

Revitalisasi Tambak di Pantura Jawa Barat Serap 100 Ribu Tenaga Kerja dan Genjot Industri Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono dan Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang Sinergi Pengelolaan Kelautan dan Perikanan Berbasis Ekonomi Biru di Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Jakarta, Rabu (25/6/2025). ANTARA/Aji Cakti.

BERITAALTERNATIF.COM – Program revitalisasi tambak di wilayah pantai utara (Pantura) Jawa Barat diyakini mampu menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja, sekaligus menghidupkan kembali sektor industri budidaya perikanan yang telah lama terabaikan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa proyek tahap awal ini akan mencakup lahan seluas 20 ribu hektare yang tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Barat, yakni Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (25/6), Trenggono menjelaskan bahwa dari 100 ribu tenaga kerja yang akan terserap, sekitar 40 ribu di antaranya akan terlibat secara langsung dalam pengelolaan tambak. Selain membuka lapangan kerja yang luas, proyek ini juga diharapkan dapat mendorong pengadaan perumahan bagi para pekerja, sehingga menciptakan ekosistem industri yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi kunci sukses program ini. Trenggono menyebut bahwa investasi senilai Rp26 triliun akan dialokasikan untuk mengembangkan budidaya perikanan di kawasan yang selama lebih dari tiga dekade mengalami kerusakan dan stagnasi. Melalui pendekatan industri berbasis ekonomi biru, revitalisasi ini diproyeksikan akan mengubah wajah Pantura menjadi kawasan produksi yang bernilai tinggi dan ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari akselerasi implementasi program, pada 25 Juni 2025 dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nota kesepahaman tersebut menandai sinergi pengelolaan sektor kelautan dan perikanan berbasis ekonomi biru di wilayah Jawa Barat. Menteri Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi penandatangan utama dalam agenda tersebut.

Tak hanya sampai di tingkat provinsi, kerja sama juga dilakukan secara langsung antara Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP dengan empat pemerintah daerah yaitu Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu. Kesepakatan ini menekankan pada perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan perikanan budidaya yang terintegrasi.

Program revitalisasi tambak seluas 78 ribu hektare ini akan dilakukan secara bertahap mulai 2025, dengan target utama meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi ikan. Selain memperkuat ketersediaan protein bagi masyarakat, inisiatif ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta pembudidaya ikan di Jawa Barat. (*)

Sumber : ANTARA
Editor : M.Anshori

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA