Search

Refleksi Hardiknas 2025: Menggerakkan Kehidupan Sosial di Bidang Pendidikan

General Manager Dana Mustadhafin Ahmad Hidayat ( Tangkapan layar kanal Youtube Dana Mustadhafin)

BERITAALTERNATIF.COM – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang acap kali diperingati setiap tahun jatuh pada hari Jumat ini, 2 Mei Tahun 2025.

“Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, demikian tema Hardiknas 2025 yang perlu mendapat sorotan semua pihak.

Salah satu lembaga yang tak luput menyoroti situasi pendidikan dalam momentum Hardiknas 2025 yakni Yayasan Dana Mustadhafin, sebuah lembaga filantropi nirlaba yang ikut terlibat dalam program-program pengentasan problem sosial di berbagai bidang.

General Manager Yayasan Dana Mustadhafin (DM) Ahmad Hidayat (AH)  mengatakan, di antara yang menjadi program DM adalah Gerakan Dana Siswa, juga memiliki binaan dalam lembag-lembaga dan kelas-kelas Diniyah Islam.

Selain itu, lanjut AH, juga memiliki kegiatan-kegiatan pendidikan yang bersifat reguler di berbagai tempat.

“Semua ini dilakukan oleh Yayasan Dana Mustadhafin dalam rangka turut serta untuk membantu sesama manusia untuk menggerakkan kehidupan sosial di bidang pendidikan agar mengalami peningkatan, “ ujarnya melalui kanal Youtube Dana Mustadhafin, Jumat (2/5/2025).

AH menyoroti bahwa salah satu problem yang dihadapi oleh negara kita sekaitan dengan bonus demografi di bidang generasi muda, di bidang pertumbuhan generasi muda.

“Kita melihat bahwa di antara problem yang dihadapi dan menjadi masalah nasional adalah problem pengentasan di bidang pendidikan, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak didik terutama yang menghuni bangsa ini, “ ungkapnya.

Ia melanjutkan, hampir 30 persen dari penduduk bangsa ini yang aksesnya kepada sistem pendidikan, kepada Lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas sangat terbatas karena persoalan dana, persoalan uang.

Menurut AH, DM pun mengambil peran untuk mendorong, untuk membuka peluang, untuk menggerakkan sebuah kehidupan sosial yang sadar sekaitan dengan pentingnya pendidikan.

“Upaya untuk meraih kesuksesan di dalam menggerakkan sistem pendidikan dan semangat bagi masyarakat kita untuk meningkatkan kualitas masyarakat didik, anak didik yang unggul tidak cukup dengan kita berpartisipasi hanya karena bermodalkan rasa belas kasih, rasa kasihan.

DM, kata AH, ingin mengajak kita semua untuk terlibat merasakan denyut nadi, merasakan suasana aroma kehidupan masyarakat, merasakan suasana dan kondisi psikologis masyarakat miskin yang menatap langit dalam keadaan kosong karena mereka tidak punya akses. Potensi mereka sangat terbatas.

“Mustadhafin terlibat untuk itu,” tegasnya.

AH mengajak, jika kita semua berkolaborasi, jika kita semua sinergis, jika kita semua bekerja sama dengan baik, bukan tidak mungkin melalui Lembaga DM dapat mengambil peran yang signifikan membantu negara untuk kepentingan sesama anak bangsa tanpa mengenal suku, ras, agama, sekte, mazhab dalam rangka menemukan dan mencetak generasi didik yang unggul di masa yang akan datang.

Bagi AH, tantangan kehidupan global yang semakin rumit, yang semakin besar, yang semakin real time yang dihadapi oleh anak-anak generasi kita di masa yang akan datang.

“Jika kita tidak terlibat mengambil peran untuk membantu mereka, mereka akan menjadi orang-orang yang digilas oleh perubahan global tanpa bisa berbuat apa-apa. Dan itu bisa menjadi dosa kolektif bagi kita jika kita tinggal diam untuk tidak mengambil peran,” jelasnya.

“Semoga kita semua diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Taala dengan spirit Ki Hajar Dewantara yang menggerakkan dan menjadikan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional,” tandasnya.

Penulis: Lukman As

Editor  : Lukman As

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA